Inalum Ajak Danantara Indonesia Danai Proyek SGAR Mempawah Fase 2
PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mengumumkan rencana keterlibatan Danantara Indonesia dalam proyek strategis nasional Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Mempawah Fase 2. Menurut perusahaan, Danantara akan berperan aktif dalam struktur pendanaan proyek ini.
Direktur Pengembangan Usaha Inalum, Arif Haendra, mengonfirmasi perkembangan tersebut. "Rencananya Danantara akan berperan. Besaran partisipasinya masih dalam pembahasan lebih lanjut," jelas Arif dalam diskusi Forum Wartawan Industri (Forwin) di Bogor, Jawa Barat.
Target Final Investment Decision Proyek SGAR Fase 2
Inalum menargetkan tahap Final Investment Decision (FID) untuk proyek SGAR Mempawah Fase 2 akan dicapai pada Desember 2025. Keputusan ini akan diambil setelah studi kelayakan yang sedang berlangsung dinyatakan selesai dan bankable pada November 2025.
Rincian Investasi dan Infrastruktur Pendukung
Nilai investasi yang dialokasikan untuk proyek ini diperkirakan antara USD 700 juta hingga USD 800 juta, atau setara dengan Rp 11,6 triliun hingga Rp 13,3 triliun. Angka investasi yang besar ini disebabkan oleh lokasi proyek yang berada di area terpencil dan jauh dari pelabuhan, sehingga memerlukan pembangunan infrastruktur logistik yang komprehensif.
"Kami harus membangun fasilitas logistik yang memadai karena lokasinya yang remote," tambah Arif.
Strategi Pendanaan dan Opsi Pembiayaan
Inalum menyatakan bahwa jika kontribusi Danantara belum memenuhi kebutuhan pendanaan, perusahaan masih memiliki opsi untuk mencari pinjaman tambahan. Strategi ini bertujuan untuk menjaga leverage atau rasio utang perusahaan, terutama mengingat Inalum juga sedang merencanakan pembangunan smelter baru.
Peningkatan Kapasitas Produksi Alumina Nasional
SGAR Mempawah Fase 2 direncanakan akan menambah kapasitas produksi sebesar 1 juta ton. Peningkatan ini akan menggenjot total kapasitas produksi alumina Inalum menjadi 2 juta ton per tahun.
Saat ini, kebutuhan alumina internal Inalum baru sekitar 550.000 ton, sementara 450.000 ton lainnya diekspor. Namun, dengan beroperasinya smelter kedua di masa depan, kebutuhan alumina domestik diproyeksikan melonjak menjadi 1,2 juta ton. Dengan kapasitas produksi 2 juta ton dari SGAR, seluruh produksi alumina akan dapat diserap untuk memenuhi kebutuhan domestik, menghentikan ketergantungan pada ekspor.
"Dengan smelter kedua yang membutuhkan 1,2 juta ton, produksi 2 juta ton akan sepenuhnya terserap untuk kebutuhan dalam negeri," pungkas Arif.
Artikel Terkait
Kompetisi Trading Saham KISI Challenge: Step Higher Raup Lebih dari 7.000 Peserta, Hadiah Mewah Masih Diperebutkan
Dana IPO Rp4,66 Triliun PT Merdeka Gold Resources Tbk Ludes Terpakai dalam Delapan Bulan
Blibli Tunda RUPSLB, Jadwal Baru 15 Juni 2026 Bahas Penerbitan 9,5 Miliar Saham Baru
IHSG Terkoreksi 1,29 Persen di Awal Sesi, Dipicu Aksi Profit Taking dan Sentimen Makro Negatif