Otoritas Amerika Serikat (AS) berhasil mengungkap keberadaan sebuah terowongan bawah tanah canggih yang membentang melintasi perbatasan dengan Meksiko, yang diduga kuat telah digunakan sebagai jalur penyelundupan kokain dalam jumlah besar. Terowongan tersebut, yang ujungnya berada di sebuah toko ritel di negara bagian California, menjadi temuan signifikan dalam upaya pemberantasan narkoba lintas negara.
Berdasarkan laporan para pejabat AS yang dikutip dari kantor berita internasional, nilai kokain yang berhasil diselundupkan melalui lorong bawah tanah ini ditaksir mencapai lebih dari 45 juta dolar AS, atau setara dengan sekitar Rp807,1 miliar. Angka tersebut menunjukkan skala operasi penyelundupan yang terorganisir secara rapi dan bernilai tinggi.
Secara teknis, lorong bawah tanah itu membentang dari sebuah lokasi di kota Tijuana, Meksiko, hingga sebuah pintu keluar di Pelabuhan Masuk Otay Mesa, California. Panjang terowongan diperkirakan mencapai 590 meter dengan tinggi lorong hanya sekitar 1,4 meter, serta berada di kedalaman 16,8 meter dari permukaan tanah. Kondisi ini menggambarkan upaya ekstra untuk menghindari deteksi dari pihak berwenang.
Sementara itu, para penyidik AS menemukan bahwa terowongan tersebut tidak sekadar lubang tanah biasa. Dindingnya diperkuat, dilengkapi sistem rel dan ventilasi, aliran listrik, serta akses masuk menggunakan lift hidrolik. Infrastruktur semacam ini menandakan perencanaan yang matang dan investasi yang tidak sedikit dari para pelaku kejahatan.
Video yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS memperlihatkan tangga beton yang tampak kokoh menuju ke dalam terowongan. Bagian dalam lorong tampak dipahat dari batu dan memiliki lantai beton, menunjukkan standar konstruksi yang cukup tinggi untuk sebuah jalur ilegal.
Di sisi lain, penyidik narkoba federal dari Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) menghabiskan waktu berbulan-bulan mengamati pergerakan orang-orang di sekitar toko ritel bernama "Buy 4 Less" yang berada di sisi perbatasan AS. Toko tersebut diduga menjadi titik akhir dari jalur penyelundupan bawah tanah ini, sekaligus menjadi lokasi yang memicu kecurigaan aparat hingga akhirnya terowongan itu terungkap.
Artikel Terkait
Polsek Pangkalan Kerinci Luncurkan Greenhouse Smart Farming untuk Dukung Ketahanan Pangan
Azerbaijan Jadi Tuan Rumah Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026, Usung Tema Aksi Iklim Global
6.333 Jemaah Haji Indonesia Mulai Dipulangkan, Fase Kepulangan Gelombang Pertama Berjalan Lancar
Vonis Kasus Dugaan Korupsi LPEI: Terdakwa Hendarto Akan Dibacakan Putusan 22 Juni