Proyeksi Produksi Batu Bara 2026 Turun: Dampak & Strategi PTBA Menghadapinya

- Sabtu, 15 November 2025 | 20:05 WIB
Proyeksi Produksi Batu Bara 2026 Turun: Dampak & Strategi PTBA Menghadapinya

Dinamika pasar global ini memberikan dampak langsung pada kinerja perusahaan tambang batu bara di Indonesia, termasuk PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Sebagai salah satu pemain utama BUMN di sektor ini, PTBA diprediksi akan menghadapi tekanan pada volume ekspor dan harga jual. Tekanan ini semakin terasa dengan adanya kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) yang mewajibkan alokasi tertentu untuk pasar domestik.

Wacana Kenaikan Porsi DMO dan Dampaknya

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan untuk menaikkan porsi DMO menjadi lebih dari 25 persen dari total produksi. Kebijakan ini muncul karena adanya ketimpangan pemenuhan kewajiban DMO antar perusahaan tambang, di mana PTBA selama ini diketahui memiliki porsi pemenuhan yang jauh lebih besar dibandingkan perusahaan tambang swasta.

Jika kebijakan ini diterapkan, perusahaan seperti PTBA akan menanggung beban lebih besar untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Di satu sisi, hal ini berpotensi menekan harga jual rata-rata karena harga batu bara domestik biasanya lebih rendah dari harga ekspor. Namun di sisi lain, jika distribusi kewajiban DMO dapat dibuat lebih merata di seluruh industri, justru dapat menguntungkan PTBA. Perusahaan berpeluang mendapatkan harga jual rata-rata yang lebih baik karena beban DMO tidak lagi terkonsentrasi padanya.

Prospek dan Strategi PTBA Ke Depan

PTBA menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan kinerjanya di tengah proyeksi penurunan produksi batu bara nasional. Hingga kuartal III tahun 2025, Indonesia telah mencatatkan penurunan produksi batu bara sebesar 15 persen secara year-on-year (YoY) menjadi 509 juta ton. Ekspor batu bara juga turun 4,7 persen YoY, seiring tren global dimana banyak negara mulai mengurangi ketergantungan pada batu bara.

Namun, dengan strategi pengelolaan yang tepat, PTBA dapat memanfaatkan peluang kenaikan harga batu bara domestik yang mungkin terjadi akibat ketatnya suplai. Sebagai BUMN, kemampuan PTBA dalam memenuhi DMO dianggap lebih stabil, yang dapat menjadi keunggulan kompetitif di tengah ketidakpastian pasar. Implementasi DMO yang lebih merata berpotensi meningkatkan harga jual rata-rata PTBA dan membantunya tetap kompetitif meski pasar global lesu.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar