IHSG mencatat kenaikan yang cukup signifikan di penutupan perdagangan kemarin. Indeks melonjak 175,76 poin, atau setara 2,34 persen, hingga menguat ke posisi 7.675,95. Suasana pasar tampak masih didorong oleh optimisme, dengan volume pembelian yang terus meningkat. Bahkan, target penguatan minimal untuk indeks saham gabungan itu disebut-sebut sudah tercapai.
Menurut riset MNC Sekuritas yang dirilis Rabu (15/4/2026), pergerakan IHSG saat ini masih menarik untuk diikuti. Analis di sana melihat, posisi indeks kemungkinan masih merupakan bagian dari gelombang koreksi atau penguatan tertentu. Mereka memproyeksikan IHSG bisa bergerak menuju rentang 7.700 hingga 7.843, sekaligus menguji level resistance di area tersebut.
Tapi tentu saja, tidak semuanya mulus. Ada area koreksi terdekat yang perlu diwaspadai, yakni di kisaran 7.587-7.639. Di sisi lain, level support diperkirakan berada di 7.488 dan 7.351. Sementara resistance utama ada di 7.700 dan 7.861.
Nah, dari riset yang sama, muncul juga beberapa rekomendasi saham yang patut diperhitungkan. Rekomendasinya beragam, ada yang untuk dibeli saat menguat, ada juga yang lebih baik dibeli saat melemah.
Pertama, ada BBNI dengan rekomendasi "Spec Buy". Saham bank ini menguat 1,63% ke Rp 3.740, didukung volume beli yang muncul. Analis memperkirakan harganya bisa menuju Rp 3.850 bahkan Rp 3.950. Tapi, kalau tembus di bawah Rp 3.660, sebaiknya hati-hati.
Kemudian HRTA, dengan rekomendasi "Buy on Weakness". Meski naik 2,82% ke Rp 2.550, pergerakannya masih terbentang MA60. Targetnya cukup menjanjikan, di Rp 2.760 dan Rp 2.900. Stoploss-nya ditaruh di bawah Rp 2.450.
Saham NICL juga masuk dalam radar. Dengan rekomendasi "Buy on Weakness" serupa, saham yang naik 3,19% ini ditargetkan bisa mencapai Rp 1.010 hingga Rp 1.060. Batas amannya di bawah Rp 880.
Terakhir, TINS yang catatannya cukup mentereng dengan kenaikan 7,05% ke Rp 3.950. Volume beli masih dominan. Untuk saham ini, rekomendasi beli di kisaran Rp 3.780-3.910 dengan target Rp 4.110 dan Rp 4.260. Stoploss ditetapkan di bawah Rp 3.670.
Semua analisis dan proyeksi ini, seperti biasa, memberikan peta bagi investor. Tapi ingat, pasar saham selalu penuh kejutan. Semua data di atas bisa jadi bahan pertimbangan, tapi keputusan akhir tetap di tangan Anda.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,799 Juta per Gram pada Perdagangan Hari Ini
Saham Grup Prajogo Mendominasi, Nilai Transaksi Harian BEI Melonjak 30 Persen
BEI Masukkan Saham Transcoal Pacific ke Kategori Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
Wall Street Bersiap Hadapi Pekan Penuh Tantangan dengan Data Tenaga Kerja dan Inflasi