Strategi Bappenas: Masa Depan Kelapa Sawit Indonesia untuk Pangan & Energi Global

- Kamis, 13 November 2025 | 14:54 WIB
Strategi Bappenas: Masa Depan Kelapa Sawit Indonesia untuk Pangan & Energi Global
Kontribusi dan Masa Depan Kelapa Sawit Indonesia | Strategi Bappenas

Kontribusi Strategis Kelapa Sawit Indonesia untuk Pangan dan Energi Global

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan peran vital sektor kelapa sawit dalam memenuhi tantangan global. Dampak pemanasan global dan pertumbuhan populasi, menurutnya, telah meningkatkan permintaan dunia terhadap sumber pangan dan energi.

Rachmat menjelaskan bahwa memenuhi kebutuhan ini tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pengelolaan sumber daya yang bijak, pengaturan permintaan, dan sistem distribusi yang adil.

"Kelapa sawit memainkan peran kunci dalam hal ini. Komoditas ini menyediakan pangan bergizi, pakan ternak, serat, sumber energi, dan yang terpenting, menjadi sumber penghidupan bagi jutaan orang di seluruh dunia," ujar Rachmat dalam Palm Oil Conference (IPOC) 2025 and 2026 Price Outlook di Bali.

Meski permintaan global terus meningkat, Rachmat menekankan pentingnya pengelolaan yang bijaksana dan bertanggung jawab. Keseimbangan antara produktivitas dan prinsip keberlanjutan menjadi kunci utama.

Komitmen Indonesia dalam Pengelolaan Sawit Berkelanjutan

Indonesia bertekad untuk mengelola komoditas kelapa sawit dengan pendekatan yang hati-hati, cermat, dan inklusif. Setiap keputusan yang diambil hari ini diyakini akan berdampak langsung pada kesejahteraan generasi mendatang.

"Bagi Indonesia, kelapa sawit bukan sekadar komoditas ekspor. Sawit adalah jembatan untuk memperkuat persahabatan, perdamaian, dan nilai-nilai kemanusiaan," tuturnya.

"Melalui kelapa sawit, kami terhubung dengan berbagai negara, komunitas, dan industri di seluruh dunia. Tujuannya adalah membangun kolaborasi dan menciptakan nilai bersama, bukan kompetisi semata," sambung Rachmat.

Sebagai bagian dari komunitas global, Indonesia berkomitmen penuh untuk mengelola sumber daya alamnya, termasuk kelapa sawit, dengan berpedoman pada prinsip-prinsip Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Prinsip ini dijadikan kompas moral untuk menghubungkan kemakmuran ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian lingkungan.

Rachmat juga menyerukan kepada pelaku usaha agribisnis kelapa sawit untuk meningkatkan keadilan bagi petani kecil dan pekerja perkebunan. Kelompok inilah yang menjadi tulang punggung pasokan minyak sawit dunia.

Data Produksi dan Ekspor Minyak Sawit Indonesia

Berdasarkan catatan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), produksi minyak sawit Indonesia hingga September 2025 telah mencapai 43 juta ton. Angka ini menunjukkan kenaikan produksi sekitar 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sektor ekspor, volume pengiriman minyak sawit mentah (CPO), produk turunannya, oleokimia, dan biodiesel tercatat lebih dari 25 juta ton. Pertumbuhan ekspor ini naik signifikan sebesar 13 persen. Sementara itu, konsumsi domestik juga mengalami peningkatan menjadi 18,5 juta ton.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar