Inovasi Batik Cap 3D Printing UHW Perbanas untuk UKM Batik Surabaya
Universitas Hayam Wuruk (UHW) Perbanas Surabaya menghadirkan terobosan baru dalam industri batik tradisional. Kampus di Surabaya Timur ini mengembangkan cetakan batik cap berbasis teknologi 3D printing khusus untuk UKM Batik Tulis Melati Surabaya.
Solusi Efisiensi Produksi Batik Modern
Inovasi batik cap 3D printing dirancang untuk meningkatkan efisiensi produksi tanpa mengorbankan nilai artistik batik tradisional. Teknologi ini menjawab tantangan proses produksi manual yang memakan waktu lama bagi pengrajin batik.
Keunggulan Cetakan Batik 3D Printing
Menurut Dosen UHW Perbanas Nanang Setiyoko, S.Pd., M.A., teknologi 3D printing memberikan multiple benefit:
- Mempercepat pengerjaan motif batik
- Menjaga kehalusan dan kerapian pola
- Mengatasi keterbatasan alat cap konvensional
Mengatasi Hambatan Alat Cap Tradisional
Pengrajin batik selama ini menghadapi kendala dengan alat cap dari karton atau tembaga yang memiliki kelemahan:
- Biaya produksi tinggi
- Daya tahan rendah
- Waktu pembuatan lama
- Eksplorasi motif terbatas
Pelatihan Desain Digital untuk Pengrajin
Tim UHW Perbanas tidak hanya menciptakan alat cap 3D, tetapi juga memberikan pelatihan desain digital motif batik menggunakan perangkat lunak grafis. Program ini memungkinkan pengrajin mengembangkan motif baru yang terinspirasi flora dan fauna khas Surabaya.
Dukungan Kemendikbudristek 2025
Inovasi batik cap 3D printing ini merupakan program pengabdian masyarakat yang mendapat dukungan penuh dari Kemendikbudristek Tahun 2025. Kolaborasi strategis ini memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dengan pelaku usaha lokal.
Masa Depan Batik Surabaya
Dengan teknologi 3D printing, UKM Batik Tulis Melati diharapkan dapat:
- Meningkatkan kapasitas produksi
- Memperkuat identitas lokal
- Meningkatkan daya saing di pasar lokal dan nasional
- Melestarikan nilai tradisi batik dengan metode modern
Artikel Terkait
Koktail Berasap Berujung Tragis, Lambung Pria Ini Pecah Usai Teguk Nitrogen Cair
Petrichor: Aroma Hujan yang Menenangkan Pikiran dan Mengembalikan Keseimbangan
Nyanyian Leluhur: Ritme Kuno Indri Madagaskar yang Menggemakan Musik Manusia
Uban Bisa Dibalik? Rahasianya Ternyata pada Sel yang Macet