Batik Cap 3D Printing UHW Perbanas: Solusi Revolusioner untuk UKM Batik Surabaya

- Sabtu, 08 November 2025 | 11:36 WIB
Batik Cap 3D Printing UHW Perbanas: Solusi Revolusioner untuk UKM Batik Surabaya

Inovasi Batik Cap 3D Printing UHW Perbanas untuk UKM Batik Surabaya

Universitas Hayam Wuruk (UHW) Perbanas Surabaya menghadirkan terobosan baru dalam industri batik tradisional. Kampus di Surabaya Timur ini mengembangkan cetakan batik cap berbasis teknologi 3D printing khusus untuk UKM Batik Tulis Melati Surabaya.

Solusi Efisiensi Produksi Batik Modern

Inovasi batik cap 3D printing dirancang untuk meningkatkan efisiensi produksi tanpa mengorbankan nilai artistik batik tradisional. Teknologi ini menjawab tantangan proses produksi manual yang memakan waktu lama bagi pengrajin batik.

Keunggulan Cetakan Batik 3D Printing

Menurut Dosen UHW Perbanas Nanang Setiyoko, S.Pd., M.A., teknologi 3D printing memberikan multiple benefit:

  • Mempercepat pengerjaan motif batik
  • Menjaga kehalusan dan kerapian pola
  • Mengatasi keterbatasan alat cap konvensional

Mengatasi Hambatan Alat Cap Tradisional

Pengrajin batik selama ini menghadapi kendala dengan alat cap dari karton atau tembaga yang memiliki kelemahan:

  • Biaya produksi tinggi
  • Daya tahan rendah
  • Waktu pembuatan lama
  • Eksplorasi motif terbatas

Pelatihan Desain Digital untuk Pengrajin

Tim UHW Perbanas tidak hanya menciptakan alat cap 3D, tetapi juga memberikan pelatihan desain digital motif batik menggunakan perangkat lunak grafis. Program ini memungkinkan pengrajin mengembangkan motif baru yang terinspirasi flora dan fauna khas Surabaya.

Dukungan Kemendikbudristek 2025

Inovasi batik cap 3D printing ini merupakan program pengabdian masyarakat yang mendapat dukungan penuh dari Kemendikbudristek Tahun 2025. Kolaborasi strategis ini memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dengan pelaku usaha lokal.

Masa Depan Batik Surabaya

Dengan teknologi 3D printing, UKM Batik Tulis Melati diharapkan dapat:

  • Meningkatkan kapasitas produksi
  • Memperkuat identitas lokal
  • Meningkatkan daya saing di pasar lokal dan nasional
  • Melestarikan nilai tradisi batik dengan metode modern

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar