Inovasi Batik Cap 3D Printing UHW Perbanas untuk UKM Batik Surabaya
Universitas Hayam Wuruk (UHW) Perbanas Surabaya menghadirkan terobosan baru dalam industri batik tradisional. Kampus di Surabaya Timur ini mengembangkan cetakan batik cap berbasis teknologi 3D printing khusus untuk UKM Batik Tulis Melati Surabaya.
Solusi Efisiensi Produksi Batik Modern
Inovasi batik cap 3D printing dirancang untuk meningkatkan efisiensi produksi tanpa mengorbankan nilai artistik batik tradisional. Teknologi ini menjawab tantangan proses produksi manual yang memakan waktu lama bagi pengrajin batik.
Keunggulan Cetakan Batik 3D Printing
Menurut Dosen UHW Perbanas Nanang Setiyoko, S.Pd., M.A., teknologi 3D printing memberikan multiple benefit:
- Mempercepat pengerjaan motif batik
- Menjaga kehalusan dan kerapian pola
- Mengatasi keterbatasan alat cap konvensional
Mengatasi Hambatan Alat Cap Tradisional
Pengrajin batik selama ini menghadapi kendala dengan alat cap dari karton atau tembaga yang memiliki kelemahan:
Artikel Terkait
X Patuhi PP TUNAS, Batas Usia Pengguna di Indonesia Naik Jadi 16 Tahun
WhatsApp Permudah Buat Stiker Hampers Lebaran dengan Fitur AI
Resident Evil Requiem Catat Rekor, Terjual 6 Juta Kopi dalam Dua Minggu
Pemerintah Larang Anak di Bawah 16 Tahun Buat Akun Media Sosial Mulai 2026