Dengan nilai yang disepakati, penjualan ini dengan mudah memecahkan rekor sejarah. Sebagai perbandingan, domain CarInsurance.com terjual seharga 49,7 juta dolar AS pada 2010, sementara Voice.com dibeli dengan harga 30 juta dolar AS pada 2019. Angka 70 juta dolar AS untuk AI.com benar-benar menaikkan standar pasar domain premium ke level yang belum pernah terlihat sebelumnya.
Ambisi Besar di Balik Dua Huruf
Bagi pembelinya, Kris Marszalek, akuisisi ini jauh lebih dari sekadar mendapatkan alamat website yang pendek dan mudah diingat. Ini adalah langkah strategis untuk menancapkan kaki di masa depan teknologi yang sedang berlangsung cepat.
Marszalek mengungkapkan bahwa brand AI.com diposisikan untuk menjadi pintu gerbang utama bagi berbagai layanan AI yang ditujukan untuk konsumen luas. Ambisi besar ini bukan sekadar wacana.
"Pembelian domain tersebut bukan sekadar soal nama internet yang pendek dan mudah diingat, tetapi strategi untuk menjadi bagian dari masa depan teknologi kecerdasan buatan global," jelasnya.
Keseriusan itu dibuktikan dengan rencana peluncuran platform baru di bawah nama tersebut, yang bahkan telah diperkenalkan melalui iklan besar-besaran di ajang Super Bowl LX. Langkah marketing agresif di salah satu panggung olahraga paling berpengaruh di dunia itu menunjukkan niat untuk langsung bermain di liga utama dan menangkap perhatian miliaran calon pengguna.
Dengan demikian, perjalanan AI.com dari inisial seorang anak di Malaysia menjadi aset strategis bernilai triliunan rupiah bagi seorang pionir kripto, bukan hanya mencerminkan keberuntungan semata, tetapi juga bagaimana sebuah nama dapat menyimpan nilai yang berubah seiring dengan transformasi peradaban teknologi.
Artikel Terkait
X Patuhi PP TUNAS, Batas Usia Pengguna di Indonesia Naik Jadi 16 Tahun
WhatsApp Permudah Buat Stiker Hampers Lebaran dengan Fitur AI
Resident Evil Requiem Catat Rekor, Terjual 6 Juta Kopi dalam Dua Minggu
Pemerintah Larang Anak di Bawah 16 Tahun Buat Akun Media Sosial Mulai 2026