Mereka tinggal selama beberapa minggu, melakukan puluhan pengamatan terkontrol. Hasilnya? Konsisten. Veronika benar-benar melakukannya.
Studi mereka, yang terbit di jurnal Current Biology awal 2026, menyimpulkan bahwa perilaku Veronika memenuhi definisi "embodied tooling" penggunaan alat pada tubuh sendiri. Ini adalah dokumentasi pertama di dunia untuk spesies sapi (Bos taurus). Padahal, manusia sudah hidup berdampingan dengan sapi selama ribuan tahun.
Namun begitu, para peneliti yakin ini bukan sekadar keajaiban individu semata. Lingkungan hidup Veronika memainkan peran krusial. Berbeda dengan sapi ternak pada umumnya, ia tidak dipelihara untuk produksi susu atau daging. Usianya lebih panjang, dan ia mendapat banyak sekali rangsangan dari lingkungannya. Pemiliknya sendiri mengakui, butuh waktu bertahun-tahun bagi Veronika untuk menjadi mahir.
Kasus Veronika ini membuka mata banyak pihak. Ia membuktikan bahwa kemampuan kognitif sapi jauh lebih kompleks dari yang kita duga. Di sisi lain, temuan ini juga memberi petunjuk: jika lebih banyak sapi diberi kebebasan bergerak, usia hidup yang layak, dan lingkungan yang kaya stimulus, bukan tidak mungkin kita akan melihat lebih banyak "Veronika" lainnya di masa depan.
Artikel Terkait
Waspada Gempa, Begini Cara Pasang Alarm di Ponsel Android
Wabah Nipah Kembali Mengguncang India, Tenaga Medis Turut Terjangkit
17 Pemenang by.U Berangkat ke Korea Usai Ramai-ramai Nari di KOREA KAJA Vol.2
Ambisi Trump di Greenland: Ancaman Baru bagi Masa Depan Iklim Dunia