Sapi Jenius di Austria: Veronika yang Mahir Menggaruk Punggungnya Sendiri dengan Alat

- Selasa, 27 Januari 2026 | 14:24 WIB
Sapi Jenius di Austria: Veronika yang Mahir Menggaruk Punggungnya Sendiri dengan Alat

Di sebuah desa kecil bernama Nötsch, di kaki Pegunungan Carinthian Austria, hidup seekor sapi bernama Veronika. Usianya sudah 13 tahun. Yang membuatnya istimewa? Sapi betina ini punya kebiasaan unik: ia menggaruk punggungnya sendiri menggunakan alat. Bukan cuma satu jenis alat, tapi berbagai macam mulai dari tongkat sapu, garu, hingga sikat. Ia mengambil benda-benda itu dengan lidahnya, menjepitnya di mulut, lalu dengan cermat mengarahkannya ke bagian tubuh yang gatal.

Menurut sejumlah saksi, termasuk pemiliknya yang memeliharanya layaknya hewan peliharaan, Veronika punya kebebasan yang jarang dimiliki sapi lain. Ia bebas berkeliaran di padang rumput dan berinteraksi dengan apa saja di sekitarnya. Kebebasan inilah yang diduga memicu perilaku langkanya.

Selama bertahun-tahun, Veronika mengasah kemampuannya. Yang menarik, ia bahkan menunjukkan pemahaman yang cukup detail tentang alat yang digunakannya. Untuk punggungnya yang berkulit tebal, ia memilih sisi sikat yang berbulu. Sementara bagian perut dan area sensitif lainnya, seperti ambing, justru digaruknya menggunakan ujung gagang yang lebih halus.

Kebiasaan luar biasa ini akhirnya menarik perhatian dunia ilmuwan. Dua peneliti dari University of Veterinary Medicine Vienna, Alice Auersperg dan Antonio Osuna-Mascaro, memutuskan untuk menelitinya. Awalnya mereka hanya melihat sebuah video, tapi karena khawatir akan manipulasi digital, mereka pun terbang ke Nötsch untuk melihat langsung.

Mereka tinggal selama beberapa minggu, melakukan puluhan pengamatan terkontrol. Hasilnya? Konsisten. Veronika benar-benar melakukannya.

"Veronika lebih menyukai ujung sapu dibandingkan gagangnya. Ia menggunakannya 2,5 kali lebih sering," kata Osuna-Mascaro.
"Namun sesekali, ia juga menggunakan ujung gagang tongkat tersebut. Pada awalnya, kami mengira itu cuma kesalahan. Ternyata tidak. Ia memakainya dengan cara yang bermakna, khusus untuk bagian tubuh yang lembut dan sensitif."

Studi mereka, yang terbit di jurnal Current Biology awal 2026, menyimpulkan bahwa perilaku Veronika memenuhi definisi "embodied tooling" penggunaan alat pada tubuh sendiri. Ini adalah dokumentasi pertama di dunia untuk spesies sapi (Bos taurus). Padahal, manusia sudah hidup berdampingan dengan sapi selama ribuan tahun.

Namun begitu, para peneliti yakin ini bukan sekadar keajaiban individu semata. Lingkungan hidup Veronika memainkan peran krusial. Berbeda dengan sapi ternak pada umumnya, ia tidak dipelihara untuk produksi susu atau daging. Usianya lebih panjang, dan ia mendapat banyak sekali rangsangan dari lingkungannya. Pemiliknya sendiri mengakui, butuh waktu bertahun-tahun bagi Veronika untuk menjadi mahir.

"Veronika bukan spesies eksotis yang biasa kami teliti untuk penggunaan alat," ujar Auersperg. "Sapi adalah hewan ternak yang telah didomestikasi selama 10.000 tahun. Mereka ada di mana-mana. Kita begitu saja menganggap mereka bodoh hanya karena statusnya sebagai hewan ternak."

Kasus Veronika ini membuka mata banyak pihak. Ia membuktikan bahwa kemampuan kognitif sapi jauh lebih kompleks dari yang kita duga. Di sisi lain, temuan ini juga memberi petunjuk: jika lebih banyak sapi diberi kebebasan bergerak, usia hidup yang layak, dan lingkungan yang kaya stimulus, bukan tidak mungkin kita akan melihat lebih banyak "Veronika" lainnya di masa depan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar