Keberlanjutan: Dari Pemanis Jadi Fondasi
Ini poin krusial. Di Industri 5.0, keberlanjutan bukan lagi program CSR atau sekadar pemanis. Ia jadi fondasi utama. Kenyataannya, model industri lama sudah kelewat batas dan bumi mulai 'protes'.
Agenda ini sejalan dengan SDGs. Kini, kesuksesan industri tak lagi cuma diukur dari laba, tapi juga dari kontribusinya mengurangi emisi, hemat energi, dan tanggung jawab sosialnya. Di Indonesia, sektor manufaktur, energi, dan transportasi yang selama ini jadi penyumbang emisi besar, punya pekerjaan rumah penting di sini.
Peran BUMN dan perusahaan nasional jadi kunci. Mereka bisa memimpin dengan mengembangkan ekonomi sirkular, investasi di teknologi hijau, dan menciptakan sistem kerja yang lebih inklusif.
Membangun Ketahanan di Tengah Badai Ketidakpastian
Selain berkelanjutan, industri masa depan harus tangguh. Lihat saja sekarang: ketegangan geopolitik, cuaca ekstrem, disrupsi teknologi yang tak kenal henti. Sistem yang cuma mengandalkan efisiensi bakal mudah ambruk.
Industri 5.0 mendorong diversifikasi rantai pasok, peningkatan skill pekerja, dan desain sistem yang luwes. Intinya, industri harus siap menghadapi badai, bukan cuma berjalan mulus saat cuaca cerah.
Sebuah Evolusi Cara Pandang
Pada akhirnya, transisi ke Industri 5.0 ini lebih dari sekadar revolusi teknologi. Ini adalah evolusi strategis, perubahan cara pandang mendasar. Pertanyaannya bergeser dari "Bisa bikin teknologi apa?" menjadi "Teknologi ini untuk siapa, dan buat apa?"
Kalau Industri 4.0 mengajarkan kita 'bagaimana' memakai teknologi, maka Industri 5.0 mengingatkan kita pada 'mengapa' teknologi itu ada sejak awal. Masa depan industri Indonesia nggak cuma ditentukan oleh kecerdasan mesin, tapi lebih pada kebijaksanaan kita menciptakan industri yang cerdas, tangguh, hijau, dan tetap manusiawi.
Artikel Terkait
Musk Tuntut OpenAI Rp 2.000 Triliun, Lebih dari Sekadar Urusan Duit
Xiaomi Siapkan Dua Pendekatan Audio untuk Gaya Hidup Digital
LandSpace, Murid SpaceX dari China, Gagal Mendaratkan Roket Reusable Pertamanya
China Larang Perangkat Lunak Keamanan AS dan Israel, Dukung Produk Lokal