Pasar saham kita hari ini, Kamis (4/12/2025), tampaknya masih akan berjalan dengan hati-hati. IHSG diprediksi melanjutkan koreksi setelah kemarin ditutup melemah tipis 0,06 persen ke level 8.611. Tekanan jual terlihat masih mengintai.
Analis dari MNC Sekuritas punya dua skenario. Skenario terbaik, koreksi IHSG bakal terbatas hanya untuk menguji zona 8.567-8.586. Kalau sudah, indeks bisa berbalik menguat dan mencoba sentuh 8.709. Tapi, ada juga skenario buruk yang mesti diwaspadai.
"Kalau skenario terburuk terjadi, koreksinya bisa lebih dalam, menguji level 8.397 sampai 8.504," tulis riset mereka. Jadi, investor perlu siap siaga.
Secara teknis, support hari ini ada di 8.553 dan 8.491. Sementara resistance mengintai di 8.660 dan 8.709. Di tengah kondisi ini, beberapa saham menarik perhatian analis untuk dicermati pergerakannya.
Pertama, ada Barito Pacific (BRPT). Saham ini kemarin turun 0,29% ke Rp3.490 dengan tekanan jual. Tapi, selama harga bisa bertahan di atas Rp3.350, posisinya diyakini sedang di awal gelombang C. Rekomendasinya Spec Buy di rentang Rp3.400-Rp3.480.
Target harga? Bisa ke Rp3.640 atau bahkan Rp3.950. Tapi, kalau tembus di bawah Rp3.350, lebih baik cut loss.
Lalu, Surya Esa Perkasa (ESSA) justru naik 4,1% ke Rp635 kemarin. Volume beli masih dominan, meski pergerakannya masih terbentang MA200. Analis memperkirakan saham ini di awal wave iii. Rekomendasinya Buy on Weakness di area Rp615-Rp625.
Targetnya ada di Rp660 dan Rp700, dengan batas aman stoploss di bawah Rp600.
Vale Indonesia (INCO) juga masuk radar. Sahamnya terkoreksi 1,01% ke Rp3.920 dengan tekanan jual. Kuncinya ada di level Rp3.770. Selama bertahan di atas sana, posisi INCO diperkirakan di awal wave B. Rekomendasi Spec Buy di kisaran Rp3.810-Rp3.880.
Target harga untuk INCO cukup menjanjikan, yaitu Rp4.160 dan Rp4.290. Stoploss-nya ketat, di bawah Rp3.770.
Terakhir, raksasa telekomunikasi Telkom Indonesia (TLKM). Meski naik 0,56% ke Rp3.580, tekanan jual masih ada. Namun, saham ini masih bertahan di atas MA20. Posisinya diperkirakan di bagian awal wave [v].
Rekomendasinya Buy on Weakness di Rp3.520-Rp3.560. Target harga berada di Rp3.710 dan Rp3.830. Batas stoploss ditetapkan di bawah Rp3.500.
Jadi, begitulah gambaran pasar hari ini. Koreksi masih berpeluang terjadi, tapi beberapa saham justru menunjukkan sinyal menarik bagi yang jeli melihat peluang.
Artikel Terkait
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020