Di sisi lain, izin yang sudah turun ini membawa dampak signifikan. FCC menyebut satelit-satelit baru itu akan beroperasi di lima pita frekuensi berbeda. Artinya, layanan konektivitas langsung ke ponsel atau direct-to-cell bisa dihadirkan di luar AS. Wilayah Amerika sendiri juga dapat cakupan tambahan.
Menurut Reuters, persetujuan ini datang dengan sejumlah syarat ketat. SpaceX diwajibkan meluncurkan setidaknya separuh dari satelit yang disetujui tepatnya 50 persen paling lambat 1 Desember 2028. Sisa 50 persennya harus sudah berada di orbit sebelum Desember 2031. Tenggat waktu yang ambisius, tapi mungkin bisa dicapai.
Dengan langkah ini, impian menghadirkan internet berkecepatan tinggi dari angkasa untuk daerah-daerah terpencil dan minim infrastruktur, terasa semakin nyata. SpaceX jelas sedang menancap gas.
Artikel Terkait
Lenovo Akui Harga Produk Bakal Naik Imbas Demam AI
Greenland: Hamparan Es yang Menyimpan Gejolak Masa Depan
Gelombang Email Reset Password Instagram: Bug atau Ancaman Kebocoran Data?
Sinyal Kembali 100%: Telkomsel Pulihkan Jaringan di Tiga Provinsi Pascabanjir