Skala operasi AI mereka benar-benar terlihat dari angka. Ambil contoh Doubao, chatbot andalan perusahaan. Kini, ia memproses lebih dari 50 triliun token per hari. Bayangkan, pada Desember 2024 lalu, angkanya baru sekitar 4 triliun. Lonjakannya luar biasa.
Sementara itu, layanan cloud-nya juga tak kalah sibuk.
Menurut Presiden Volcano Engine, Tan Dai, platform mereka telah melayani lebih dari 100 klien korporat. Akumulasi penggunaannya bahkan sudah menembus angka 1 triliun token.
Sebelumnya, Financial Times pernah melaporkan bahwa ByteDance bersiap meningkatkan total investasi AI-nya hingga 160 miliar yuan di tahun 2026. Anggaran untuk chip Nvidia itu sepertinya hanya sebagian dari gambaran yang lebih besar.
Di tengah semua ini, pemerintah China punya agenda sendiri. Mereka berusaha menyeimbangkan percepatan pengembangan AI dengan mendorong penggunaan chip buatan lokal. Perusahaan seperti Cambricon, Ascend milik Huawei, Moore Threads, dan MetaX terus didorong untuk memperkuat ekosistem semikonduktor dalam negeri. Persaingan di lapangan ini, jelas, akan semakin panas.
Artikel Terkait
OAIL Konfirmasi Cahaya Misterius di Lampung Bukan Meteor, Melainkan Sampah Antariksa
Iran Buka Front Siber, Serangan Psikologis dan Spyware Gantikan Rudal
X Patuhi PP TUNAS, Batas Usia Pengguna di Indonesia Naik Jadi 16 Tahun
WhatsApp Permudah Buat Stiker Hampers Lebaran dengan Fitur AI