Konsumen Tahan Beli Gadget, Menunggu Harga Turun di Tengah Kelangkaan RAM

- Selasa, 30 Desember 2025 | 10:18 WIB
Konsumen Tahan Beli Gadget, Menunggu Harga Turun di Tengah Kelangkaan RAM

Hasilnya cukup mengejutkan. Dari polling yang digelar selama dua minggu, mayoritas besar pembaca tepatnya 83,51 persen atau 729 orang mengaku akan menunda dulu niat beli HP atau laptop. Mereka memilih untuk menunggu sampai harga turun. Sementara itu, hanya 144 orang atau 16,49 persen yang bersikukuh untuk beli sekarang juga.

Polling itu sendiri berlangsung dari 15 hingga 29 Desember 2025, dan diikuti oleh 873 partisipan. Suara mereka jelas menggambarkan keengganan konsumen.

Lantas, apa yang terjadi? Pemicu utamanya adalah kelangkaan RAM. Ya, komponen kecil itu sedang jadi masalah besar. Para produsen chip ternama macam Samsung, SK Hynix, dan Micron, konon sedang mengalihkan fokus produksi mereka. Alih-alih memproduksi chip memori standar (D-RAM) untuk perangkat sehari-hari, mereka kini lebih mengutamakan pembuatan chip High-Bandwidth Memory (HBM) yang canggih. Chip ini dibutuhkan untuk pusat data AI yang sedang booming.

Akibatnya, rantai pasok jadi kacau. Bahkan raksasa teknologi sekelas Microsoft, Google, dan ByteDance pun dikabarkan saling berebut untuk mengamankan pasokan. Situasi ini tentu berdampak langsung. Harga barang elektronik mulai dari ponsel, laptop, hingga perangkat penyimpanan diprediksi bakal meroket tak lama lagi.

Francis Wong, Chief Marketing Officer Realme India, memberikan pernyataan yang cukup mengkhawatirkan. Ia menyebut kenaikan biaya memori ini sebagai sesuatu yang "belum pernah terjadi sebelumnya sejak era smartphone dimulai".

Menurutnya, kondisi ini bisa memaksa perusahaan untuk menaikkan harga ponsel. Kenaikannya pun tidak main-main: sekitar 20 hingga 30 persen, mungkin mulai pertengahan tahun depan.

Penulis: Safina Azzahra Rona Imani

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar