Dongeng dan Tawa Pulihkan Hati Anak-Anak Korban Bencana Sumatera

- Rabu, 17 Desember 2025 | 23:24 WIB
Dongeng dan Tawa Pulihkan Hati Anak-Anak Korban Bencana Sumatera

Gempa dan banjir baru-baru ini di sejumlah wilayah Sumatera meninggalkan duka. Tapi di tengah reruntuhan, ada upaya untuk membangun kembali semangat, terutama untuk korban termuda. Telkomsel, misalnya, baru saja menggelar program Pendampingan Psikososial bagi anak-anak di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Program yang menjangkau sekitar 2.000 anak ini digelar di 15 titik posko bencana. Kolaborasinya pun unik: bersama Kampung Dongeng, komunitas pendongeng terbesar yang ada di Indonesia.

Jadi, metodenya bukan sekadar ceramah. Anak-anak diajak lewat sesi mendongeng, berbagai permainan kreatif, dan aktivitas kelompok yang mendorong mereka untuk kembali aktif dan berinteraksi. Suasana riuh rendah canda pun perlahan mengisi pengungsian.

Vice President Consumer Business Area Sumatera Telkomsel, Saki Hamsat Bramono, menjelaskan alasan fokus pada anak-anak.

"Mereka itu kelompok yang paling rentan terdampak secara emosional saat bencana datang," ujarnya.

Nah, kenapa dongeng? Pendekatan ini ternyata ampuh untuk membantu anak-anak mengekspresikan perasaan yang mungkin sulit diungkapkan. Cerita yang dibawakan para pendongeng dari Kampung Dongeng juga dirancang khusus memuat nilai-nilai positif dan disesuaikan dengan kondisi yang dialami anak-anak di lokasi bencana.

Saki menegaskan satu hal: pemulihan pascabencana tidak boleh berhenti pada perbaikan jalan atau jembatan saja. Menurutnya, pemulihan mental dan semangat masyarakat, khususnya anak-anak, punya peran krusial dalam proses kebangkitan sebuah komunitas.

Inisiatif pendampingan ini merupakan bagian dari komitmen Telkomsel untuk memberikan dukungan sosial yang berkelanjutan di wilayah Sumatera. Mereka berusaha menempatkan dampak sosial sebagai bagian tak terpisah dari tanggung jawab perusahaan dalam melayani masyarakat.

Jadi, di balik upaya teknis memulihkan infrastruktur, ada kerja lain yang lebih halus: memulihkan hati dan tawa anak-anak. Itu sama pentingnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar