Lantas, bagaimana Nvidia memandang Huawei? Sebagai ancaman atau justru calon mitra? Pertanyaan itu mengemuka dalam sesi tanya jawab.
Jawaban Huang tegas namun penuh respek.
“Mereka adalah rival kami, tetapi kami tetap bisa mengagumi dan menghormati mereka, sambil menjaga hubungan baik. Kompetitor bukanlah musuh. Dunia ini luas, dan saya berharap kami bisa terus bersaing selama bertahun-tahun. Tapi perasaan saya terhadap mereka adalah kekaguman, rasa hormat, dan semangat kompetisi yang tinggi,” ujarnya.
Jadi, begitulah. Di gelanggang persaingan teknologi paling ketat, rasa hormat masih bisa tumbuh. Bahkan antara dua rival berat sekalipun.
Artikel Terkait
Fujifilm Luncurkan Instax Mini Evo Cinema, Cetak Foto dari Bingkai Video
Racun Digital Menyelinap di Balik Layar Ponsel: Perlukah Kita Pasang Bodyguard untuk Gawai?
Kolaborasi AI dan Budaya: Indonesia-China Garap Lahan Baru di Industri Kreatif
Deepfake hingga Voice Copy: Ancaman Siber Kini Ada di Sisi Anda