Lantas, bagaimana Nvidia memandang Huawei? Sebagai ancaman atau justru calon mitra? Pertanyaan itu mengemuka dalam sesi tanya jawab.
Jawaban Huang tegas namun penuh respek.
“Mereka adalah rival kami, tetapi kami tetap bisa mengagumi dan menghormati mereka, sambil menjaga hubungan baik. Kompetitor bukanlah musuh. Dunia ini luas, dan saya berharap kami bisa terus bersaing selama bertahun-tahun. Tapi perasaan saya terhadap mereka adalah kekaguman, rasa hormat, dan semangat kompetisi yang tinggi,” ujarnya.
Jadi, begitulah. Di gelanggang persaingan teknologi paling ketat, rasa hormat masih bisa tumbuh. Bahkan antara dua rival berat sekalipun.
Artikel Terkait
Pemerintah Larang Anak di Bawah 16 Tahun Buat Akun Media Sosial Mulai 2026
Serangan Iran Picu Panik, Jet Pribadi di Dubai Diborong dengan Harga Selangit
Temuan di Gua Jerman Ungkap Simbol Komunikasi Manusia Purba 40.000 Tahun Lalu
Cara Nonaktifkan Suara Jepretan Kamera iPhone Sesuai Model