"Tapi bagi saya, tidak ada keraguan lagi," ujarnya dengan nada percaya diri, mengutip Fortune.
"Dalam satu dekade atau lebih, kita akan melihatnya sebagai cara yang lebih normal untuk membangun data center."
Nyatanya, Google bukan satu-satunya yang melirik langit. Beberapa perusahaan lain juga mulai bergerak ke arah serupa. Ambil contoh Starcloud, sebuah startup yang didukung Y Combinator dan Nvidia. Mereka bahkan sudah mengirim satelit pertama untuk menguji modul AI di orbit.
Philip Johnston, CEO Starcloud, punya perhitungan sendiri. Ia memperkirakan data center di orbit bisa memangkas emisi karbon hingga sepuluh kali lipat dibandingkan dengan fasilitas serupa yang dibangun di Bumi. Angka yang sulit diabaikan, di tengah tekanan global untuk menekan dampak lingkungan.
Artikel Terkait
Studio di Saku: Galaxy Z Flip7 dan Gemini AI Jadi Partner Kreator Gen-Z
Mengapa Hidung Kita Selalu Ada di Depan Mata, Tapi Tak Pernah Terlihat?
Galaxy S26 Bakal Hadirkan Layar Anti-Mata-mata untuk Privasi di Tempat Ramai
Durov dan Musk Serang WhatsApp: Hanya Orang Bodoh yang Percaya Aman di 2026