Raksasa teknologi IBM dikabarkan sedang bersiap untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam skala yang cukup signifikan. Rencana ini dijadwalkan berlangsung pada kuartal terakhir tahun 2025, sebagai bagian dari strategi perusahaan yang ingin lebih fokus pada lini bisnis peranti lunak dan layanan dua sektor yang dinilai punya pertumbuhan paling pesat saat ini.
Meski terdengar besar, juru bicara IBM berusaha meredam kekhawatiran. Menurutnya, langkah ini hanya akan berdampak pada sebagian kecil dari total karyawan mereka secara global. Dia memang enggan merinci angka pastinya, sayangnya. Namun begitu, kabar yang beredar dari dalam justru menyebutkan bahwa ribuan pekerja kemungkinan akan kehilangan posisi mereka.
"Kami secara rutin meninjau tenaga kerja kami dengan perspektif ini dan menyesuaikannya kembali bila diperlukan," ujarnya, seperti dikutip dari Bloomberg.
"Pada kuartal keempat kami menjalankan langkah yang akan berdampak pada persentase kecil, satu digit, dari total tenaga kerja global kami."
Artikel Terkait
Mengapa Otak Kita Merindukan Debur Ombak Saat Stres?
Telkomsel Genjot Pemulihan Jaringan Pascabanjir Aceh, Capai 99%
OpenAI Luncurkan ChatGPT Health, Asisten Kesehatan yang Tak Gantikan Dokter
Jejak Purba di Batu: Kisah di Balik Fosil yang Membisu