Bagi para pecinta langit malam, ada satu fenomena yang patut ditunggu: Hujan Meteor Alpha Monoceroids. Kabarnya, puncak pertunjukan langit ini akan terjadi pada November 2025. Jadi, siap-siap saja untuk menandai kalender.
Memang, hujan meteor ini terjadi setiap tahun. Tapi yang bikin spesial, Alpha Monoceroids punya potensi untuk tiba-tiba berubah jadi "badai" meteor yang spektakuler. Kapan waktu terbaik buat nonton? Dari mana asalnya? Yuk, kita bahas lebih lanjut.
Kapan Puncaknya?
Setiap tahun, hujan meteor ini muncul antara tanggal 15 sampai 25 November. Tapi yang paling seru, puncak aktivitasnya diprediksi bakal terjadi pada Jumat, 21 November 2025. Menurut perhitungan astronomis, puncaknya terjadi sekitar pukul 07.40 UTC. Kalau di WIB, itu berarti sekitar jam 2 siang lebih 40 menit.
Nah, di sinilah sedikit masalahnya. Karena puncaknya terjadi di siang hari, pengamatan dari Indonesia jadi kurang maksimal. Tapi jangan langsung patah semangat. Kamu tetap bisa kok melihat meteor-meteor itu di malam hari, selama periode hujan meteor masih berlangsung.
Pemandangan terbaik biasanya saat ratusan meteor melesat dari titik radiannya. Titik radian itu semacam "sarang"-nya meteor, yang dalam kasus ini terletak di rasi Monoceros, si Unicorn.
Dari Mana Asalnya?
Alpha Monoceroids ini berasal dari sisa-sisa komet yang namanya bahkan belum diketahui pasti. Serpihan debu dan batuan dari sang komet induk itulah yang terbakar di atmosfer Bumi, menciptakan jejak cahaya yang memesona.
Ciri khas meteor ini? Mereka punya kecepatan luar biasa, bisa mencapai 65 kilometer per detik! Bayangkan betapa cepatnya. Itu sebabnya meteor-meteor ini terlihat sangat terang dan cepet banget melintas. Biasanya, dalam kondisi normal, kamu cuma bisa lihat sekitar 3 meteor per jam.
Tapi jangan remehkan. Alpha Monoceroids terkenal suka bikin kejutan. Beberapa kali dalam sejarah, seperti tahun 1935, 1985, dan 1995, tiba-tiba intensitasnya meledak sampai ratusan bahkan ribuan meteor per jam. Ledakan ini terjadi ketika Bumi kebetulan melewati gumpalan debu komet yang sangat padat.
Gimana Cara Nontonnya?
Buat yang pengen ngelihat fenomena ini, ada beberapa tips yang bisa dicoba:
Pertama, carilah tempat yang benar-benar gelap. Jauhi lampu-lampu kota. Semakin gelap lokasinya, semakin banyak meteor yang bakal keliatan.
Setelah tengah malam, arahkan pandangan ke timur. Rasi Monoceros akan terbit dari sana. Fokus aja ke langit bagian timur atau tenggara.
Yang penting, nggak perlu alat khusus kok. Mata telanjang justru lebih bagus karena bidang pandangnya lebih luas. Cukup berbaring santai dan nikmati langit malam.
Bersabarlah. Mata butuh waktu sekitar 20 menit untuk benar-benar menyesuaikan diri dengan kegelapan. Jadi jangan buru-buru menyerah.
Perhatikan juga fase bulan. Kabar baiknya, pada tanggal 21 November nanti, bulan cuma akan tampak sabit tipis. Jadi cahayanya nggak akan terlalu mengganggu pengamatan.
Nah, itu dia sekilas info tentang Hujan Meteor Alpha Monoceroids yang puncaknya terjadi 21 November 2025. Catat tanggalnya, siapkan jaket dan kursi santai, dan semoga langit cerah!
Artikel Terkait
detikcom dan BAKTI Komdigi Gelar Apresiasi Konektivitas Digital 2026 untuk Para Penghubung Negeri
Basarnas Kerahkan Tim Gabungan Cari Helikopter Hilang di Sekadau
Wakil Ketua MPR Desak Pengakuan Hak Perempuan Adat untuk Hadapi Krisis Iklim dan Pangan
Wakil Ketua DPR Sari Yuliati: Indonesia Pacu Pasar Karbon Berintegritas Tinggi di Forum Dunia