Panji Pragiwaksono dan Mens Rea: Ketika Komedi Menggetarkan Panggung Politik

- Senin, 05 Januari 2026 | 13:25 WIB
Panji Pragiwaksono dan Mens Rea: Ketika Komedi Menggetarkan Panggung Politik

Mens Rea Panji Pragiwaksono: Saat Komedi Menjadi Fenomena Nasional

Panji Pragiwaksono lagi ramai dibicarakan. Bukan tanpa sebab. Special Show-nya yang bertajuk "Mens Rea" tiba-tiba jadi trending topik lagi, padahal acara live-nya sendiri sudah digelar Agustus lalu. Kala itu, dia sukses mengisi stadion dengan 10 ribu penonton. Gila, benar-benar pecah. Bahkan disebut-sebut sebagai pertunjukan stand-up comedy terbesar se-Asia Tenggara.

Namun begitu, gelombang perbincangan justru makin besar saat tayangan spesial itu akhirnya tiba di Netflix. Langsung melesat ke trending. Reaksinya beragam. Banyak yang angkat jempol, tapi tak sedikit pula yang menyoroti dengan kritik. Tapi menariknya, perdebatan ini nggak selalu soal pro-rezim atau oposisi. Ada dimensi lain yang lebih dalam.

Panji, lewat materi komedinya, menyentuh banyak pihak. Rafi Ahmad, misalnya. Dia seolah terhakimi meski bukan di pengadilan soal isu cuci uang. Panji sendiri sebenarnya cerdik. Dia sering mengawali dengan "andaikan" atau "kalau". Kritik atas nama komedi itu sah-sah saja, tapi dampaknya? Bisa menusuk langsung ke relung hati yang paling tersembunyi.

Begitu pula dengan Gibran. Nasibnya kurang lebih sama. Tapi dia punya pembela, yaitu Tompi.

"Dokter artis atau penyanyi yang hebat memperbaiki wajah orang itu," begitu kira-kira.

Tompi bilang, ini bukan soal membela, tapi lebih ke meluruskan. Meski begitu, Tompi sendiri mengakui kalau penampilan Panji di panggung itu memang hebat. Jujur saja.


Halaman:

Komentar