Jet Tempur AS Ditembak Jatuh oleh Sistem Pertahanan Udara Kuwait

- Senin, 02 Maret 2026 | 20:00 WIB
Jet Tempur AS Ditembak Jatuh oleh Sistem Pertahanan Udara Kuwait

Video itu sempat menggemparkan media sosial. Sebuah pesawat tempur F-15E Strike Eagle milik AS terlihat mengeluarkan asap, berputar tak terkendali sebelum akhirnya menghujam bumi. Ternyata, insiden yang terjadi Minggu lalu itu bukanlah kecelakaan biasa. Pesawat itu ditembak jatuh.

Yang mengejutkan, pelakunya adalah sekutu. The United States Central Command (CENTCOM) mengonfirmasi, tiga jet tempur mereka ditembak secara tak sengaja oleh sistem pertahanan udara Kuwait. Sebuah kesalahpahaman militer yang berakibat fatal bagi mesin perang, tapi berujung mujur bagi para awaknya.

Seluruh kru dinyatakan selamat dan kondisinya stabil. Kabar baik di tengah situasi yang serba kacau.

"Kuwait telah mengakui insiden ini, dan kami berterima kasih atas upaya pasukan pertahanan Kuwait serta dukungan mereka dalam operasi yang sedang berlangsung ini,"

Begitu pernyataan resmi CENTCOM yang dikutip Al Jazeera, Senin (2/3/2026). Mereka memilih bahasa diplomatis, meski penyebab salah tembak ini masih diselidiki. CENTCOM enggan berkomentar lebih jauh, hanya berjanji akan memberikan informasi baru jika sudah ada.

Di sisi lain, video lain yang beredar memperlihatkan momen genting itu. Dua pilot terlihat berhasil melakukan eject, melontarkan diri dari kokpit yang sudah tak bisa diselamatkan. Parasut mereka mengembang di udara, lalu mendarat dengan selamat di darat dan langsung dibantu oleh warga sekitar.

Kementerian Pertahanan Kuwait sendiri sudah membenarkan peristiwa ini. Menurut sejumlah saksi, aksi penembakan terjadi di setidaknya dua lokasi terpisah. Salah satunya di dekat Al-Jahra, kota yang letaknya sekitar 32 kilometer di barat Kuwait City. Saat ini, pihak Kuwait dikabarkan sedang berkoordinasi intens dengan AS untuk mengurai benang merah insiden ini.

Lalu, apa yang dilakukan pesawat tempur AS di wilayah udara Kuwait? Rupanya, mereka bagian dari "OPERATION EPIC FURY". Operasi militer besar-bersama yang bertujuan mendesak rezim di Iran. Namun, operasi ini memantik serangan balasan dari Iran yang menargetkan sejumlah negara, termasuk Kuwait yang menjadi basis pangkalan militer Amerika.

Jadi, situasinya memang panas. Dan dalam keadaan seperti itu, kesalahan kecil seperti salah mengidentifikasi target bisa berakibat sangat besar. Seperti yang kita lihat sekarang.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar