Menanggapi hal itu, Trump memberikan jawaban yang terbuka. "Saya tidak tahu apakah ini akan menjadi dua negara, itu akan bergantung pada Israel, orang lain, dan saya," katanya, menunjukkan bahwa bentuk solusi akhir masih bisa dinegosiasikan.
Pendekatan Trump Terhadap Netanyahu
Trump juga mengomentari dinamika hubungannya dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Dia menyatakan bahwa dirinya tidak akan terus-menerus menekan Netanyahu untuk mengakui kedaulatan Palestina, sambil menyebut sang pemimpin Israel dalam kondisi "baik-baik saja."
Meski makna pernyataan "baik-baik saja" itu tidak dijelaskan secara rinci, Trump memuji Netanyahu sebagai pemimpin yang sangat berbakat dan sulit untuk didesak. "Dia adalah Perdana Menteri masa perang... Sebenarnya, orang seperti itulah yang dibutuhkan di Israel saat ini. Dia sangat penting," pungkas Trump, menegaskan dukungannya.
Artikel Terkait
WMO Prediksi El Nino 2026 Bisa Picu Rekor Suhu Global hingga 2027
PNM Perluas Akses Air Bersih dan Sanitasi di 28 Titik untuk Dongkrak Ekonomi Warga
Arus Balik Lebaran Mulai Padati Tol Jakarta-Cikampek, Sistem Satu Arah Dimulai Siang Ini
KRI Prabu Siliwangi-321 Tiba di Indonesia, Lakukan Latihan Bersama di Selat Sunda