Diva Aulia Putri: Biodata dan Perjalanan Karier Bintang Muda Timnas Wanita Indonesia
Nama Diva Aulia Putri mulai mencuat di kancah sepak bola Indonesia saat ia membela Timnas Wanita Indonesia U-16. Di usia yang belum genap 15 tahun, penampilannya di Stadion Manahan, Solo, berhasil memukau publik. Dengan kemampuan dribblingnya yang memukau di sisi kanan lapangan, ia berhasil membongkar pertahanan bek kiri Timor Leste.
Bakatnya yang bersinar membuatnya kembali dipanggil untuk memperkuat Timnas Wanita Indonesia U-17 dalam Kualifikasi Piala Asia Wanita U-17 2026 di Myanmar. Dalam laga melawan Makau, Diva kembali menunjukkan kontribusi positif dengan membantu timnya meraih kemenangan 2-0. Meski timnas akhirnya gagal lolos setelah dikalahkan tuan rumah Myanmar, performa gemilang Diva dan rekan-rekannya berhasil memberi harapan baru bagi masa depan sepak bola wanita Indonesia.
Biodata Lengkap Diva Aulia Putri
Diva Aulia Putri lahir di Bandung pada tanggal 25 November 2010. Saat ini, ia duduk di bangku kelas 9 SMP N 45 Bandung. Di usianya yang masih sangat muda, ia telah dua kali mendapat kehormatan untuk membela Timnas Wanita Indonesia, yaitu di level U-16 dan U-17.
Mengawali karier di timnas tentu bukan hal yang mudah. Diva mengakui perasaan nervous dan tegang yang ia alami pada pertandingan pertamanya. Namun, ia berusaha mengatasi perasaan tersebut dengan terus menenangkan diri dan beradaptasi dengan level pertandingan internasional. Sebelum bergabung dengan timnas, Diva telah mengasah kemampuannya di klub dan Sekolah Sepak Bola (SSB) level regional U-15.
Rasa bangga yang ia rasakan tak terhingga, terutama karena mendapat dukungan penuh dari orang tua dan para suporter. "Bangga banget sih, karena orang tua juga ngedukung. Suporter support Diva juga, ada yang banyak support Diva. Senang aja juga, bisa membagikan bahagia ke yang lain juga," ujar Diva.
Perjalanan Karier: Dari Penari Jaipong ke Pesepak Bola
Siapa sangka, winger lincah ini justru memulai kariernya di dunia seni tari. Diva mengawali aktivitasnya dengan belajar tari Jaipong, sebuah warisan budaya Sunda. Namun, ketertarikannya justru lebih besar pada sepak bola setelah melihat lapangan kecil di dekat rumahnya yang sering digunakan anak-anak untuk bermain bola.
"Dari jaipong sih dulu. Keluarga tuh support yang mana aja, yang penting ada kegiatan, nggak cuma di rumah. Aku coba di jaipongan, tapi ternyata kurang rajin akunya," kenang Diva. Dukungan dari ibunya kemudian membawanya untuk bergabung secara serius dengan SSB Al Jafar, sekolah sepak bola pertamanya.
Mengasah Kemampuan dengan Bermain di Berbagai Posisi
Mirip dengan banyak pesepak bola wanita Indonesia lainnya, Diva harus berlatih dan bertanding bersama pemain laki-laki karena minimnya SSB khusus perempuan. Hal ini justru memberinya pengalaman berharga. Di SSB Al Jafar, ia dicoba di berbagai posisi, mulai dari wingback, sayap, striker, hingga gelandang tengah.
"Di SSB laki-laki tuh kadang di back, wing back, sayap, striker. Terus di Saswco Mojang pernah cobain jadi gelandang. Pokoknya acak-acak aja sih," tuturnya. Proses pencarian posisi terbaiknya akhirnya berbuah manis. Setelah sekian lama bereksperimen, Diva menemukan bahwa sayap adalah posisi yang paling cocok dengan kemampuan dan kenyamanannya.
"Tapi di sayap aku nyaman aja. Ternyata posisi aku di situ. Setelah sekian lama aku nyari posisi, ternyata aku cocoknya di sayap," pungkas Diva Aulia Putri, bintang masa depan sepak bola wanita Indonesia.
Artikel Terkait
Indonesia Tuan Rumah Kualifikasi U-12 Junior Soccer World Challenge 2026, Jadi Peluang Emas Akademi dan SSB
LPSK Turun Tangan Tangani Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, 13 Permohonan Perlindungan Masuk
Roy Suryo Pamerkan Amplop Berisi Uang Pemberian Rismon Sianipar di Acara TV
Topi Merah Terima Somasi Kedua dari Ahli Forensik Rismon soal Klaim Kejanggalan Ijazah Jokowi