Pihak sekolah hingga saat ini masih menunggu hasil investigasi dan uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti keracunan massal ini. Beberapa menu yang dicurigai sebagai sumber masalah adalah tahu bakso, daging ayam, dan sayuran.
“Jadi, kami belum berani menyampaikan apakah kasus keracunan tersebut karena MBG atau apa, sambil menunggu hasil laboratorium,” tambah Yulianto.
RSUD Batang Konfirmasi Penanganan Medis
Direktur RSUD Kabupaten Batang, Any Rusydiati, mengakui adanya siswa yang sempat dibawa ke rumah sakit. Namun, tidak ada korban yang menjalani rawat inap.
“Ada satu anak tadi masuk sekitar pukul 11.40 WIB dan menjalani observasi karena mengalami gejala mual-mual dan diare, tetapi tidak ada yang menjalani rawat inap,” kata Any.
RSUD Batang telah berkoordinasi dengan Puskesmas Kandeman dan memastikan seluruh siswa yang berobat telah diizinkan pulang. Pihak rumah sakit juga menyatakan kesiapan untuk menangani apabila ada siswa yang memerlukan perawatan lebih lanjut.
Artikel Terkait
Prabowo Buka Pintu untuk Siti Zuhro dan Susno Duadji di Kertanegara
Padi Reborn Pukau Penonton dengan Konser Intim dan Album Baru di Ulang Tahun ke-28
Sopir Truk Tertembak di Yahukimo, KKB Diduga Dalangnya
Delapan Kantong Jenazah Ditemukan di Hari Kedelapan Pencarian Korban Longsor Pasirlangu