Pihak sekolah hingga saat ini masih menunggu hasil investigasi dan uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti keracunan massal ini. Beberapa menu yang dicurigai sebagai sumber masalah adalah tahu bakso, daging ayam, dan sayuran.
“Jadi, kami belum berani menyampaikan apakah kasus keracunan tersebut karena MBG atau apa, sambil menunggu hasil laboratorium,” tambah Yulianto.
RSUD Batang Konfirmasi Penanganan Medis
Direktur RSUD Kabupaten Batang, Any Rusydiati, mengakui adanya siswa yang sempat dibawa ke rumah sakit. Namun, tidak ada korban yang menjalani rawat inap.
“Ada satu anak tadi masuk sekitar pukul 11.40 WIB dan menjalani observasi karena mengalami gejala mual-mual dan diare, tetapi tidak ada yang menjalani rawat inap,” kata Any.
RSUD Batang telah berkoordinasi dengan Puskesmas Kandeman dan memastikan seluruh siswa yang berobat telah diizinkan pulang. Pihak rumah sakit juga menyatakan kesiapan untuk menangani apabila ada siswa yang memerlukan perawatan lebih lanjut.
Artikel Terkait
DPR Gelar Rapat Khusus, Polisi Ungkap Foto Pelaku Penyiraman KontraS
Empat Prajurit BAIS TNI Ditahan Terkait Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Menkes Imbau Pemudik Motor Istirahat Tiap 2-3 Jam untuk Antisipasi Kecelakaan di Jalur Arteri
Askrindo Berangkatkan Ratusan Pemudik Gratis dengan Asuransi Jelang Lebaran 2026