BREBET Usai Isi Pertalite di Jatim? Ini Respons dan Janji Ganti Rugi ESDM & Pertamina!

- Kamis, 30 Oktober 2025 | 09:40 WIB
BREBET Usai Isi Pertalite di Jatim? Ini Respons dan Janji Ganti Rugi ESDM & Pertamina!

Kementerian ESDM Turun Tangan Investigasi Laporan Pertalite Bermasalah di Jawa Timur

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merespons cepat laporan masyarakat Jawa Timur mengenai kendaraan bermotor yang mengalami masalah mesin atau brebet setelah mengisi bahan bakar jenis Pertalite. Investigasi langsung dilakukan oleh Tim Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) di berbagai SPBU di wilayah Surabaya dan Gresik.

Pengecekan dan Pengujian Menyeluruh di SPBU

Petugas melakukan serangkaian pengujian ketat, termasuk uji visual untuk memeriksa kejernihan bahan bakar dari dispenser dan uji pasta air guna memastikan tangki penyimpanan bawah tanah bebas dari kontaminasi air. Pengecekan mencakup seluruh rantai pasok, mulai dari tangki bawah tanah, dispenser, hingga truk pengangkut BBM.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyatakan bahwa hasil inspeksi awal di dua SPBU yang dikunjungi, termasuk SPBU Jalan Kayoon Surabaya, tidak menemukan adanya free water atau pencampuran air di dalam BBM Pertalite.

Pertamina Buka Posko Pengaduan dan Janji Ganti Rugi

Sebagai langkah antisipasi, PT Pertamina Patra Niaga telah membuka posko pengaduan khusus untuk menangani keluhan masyarakat. Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menegaskan komitmen perusahaan untuk menangani setiap laporan dan memberikan ganti rugi atas kerusakan kendaraan yang terbukti disebabkan oleh bahan bakar.

Masyarakat yang mengalami masalah dapat menghubungi contact center Pertamina di nomor 135 atau melalui direct message di akun media sosial resmi Pertamina.

Data Kerusakan Kendaraan dan Sebaran Wilayah

Berdasarkan data terbaru dari Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, tercatat 162 kendaraan di Jawa Timur yang melaporkan gejala brebet pasca mengisi Pertalite. Rinciannya terdiri dari 155 sepeda motor dan 7 mobil. Kasus tersebar di 13 daerah, dengan Bojonegoro (59 kendaraan), Tuban (44 kendaraan), dan Surabaya (23 kendaraan) sebagai wilayah dengan laporan terbanyak.

Investigasi bersama antara Kementerian ESDM dan Pertamina masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti gangguan mesin tersebut dan memberikan solusi terbaik bagi konsumen.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar