Cedera Parah Paksa Lorenzo Tutup Buku Karier MotoGP Lebih Awal

- Selasa, 25 November 2025 | 17:25 WIB
Cedera Parah Paksa Lorenzo Tutup Buku Karier MotoGP Lebih Awal

Karier gemilang Jorge Lorenzo di MotoGP memang tak perlu diragukan lagi. Tiga gelar juara dunia membuktikan betapa hebatnya pembalap asal Spanyol itu. Tapi, di balik semua kesuksesan dan sorotan, ada sebuah kisah pilu yang akhirnya memaksanya untuk mengakhiri segalanya lebih cepat dari yang direncanakan.

Pensiun dini pada 2019 menjadi babak pamungkas yang pahit. Saat itu, Lorenzo sedang menjalani musim debutnya bersama Repsol Honda. Sayangnya, segalanya berantakan. Adaptasi dengan motor Honda ternyata jauh lebih sulit dari perkiraan. Performanya pun terpuruk.

Bayangkan saja, di balapan perdana MotoGP 2019, ia hanya mampu finis di posisi ke-13. Seri kedua di Argentina tak lebih baik, Lorenzo bahkan terlempar dari sepuluh besar. Sepanjang musim itu, dari 18 seri balapan, ia tak sekalipun menembus posisi 10 besar. Pencapaian terbaiknya hanyalah finis ke-11 di MotoGP Prancis. Sungguh musim yang menyiksa bagi seorang juara dunia.

Namun begitu, puncak malapetaka terjadi di MotoGP Belanda. Di Sirkuit Assen yang legendaris itu, Lorenzo mengalami kecelakaan mengerikan. Akibatnya, tulang belakangnya patah di ruas keenam. Kondisinya sangat kritis, hingga ia nyaris lumpuh. Cedera inilah yang akhirnya memutus matanya untuk pensiun.

"Cedera itu mempercepat keputusan saya untuk berhenti. Seandainya tidak cedera, saya pasti akan terus berjuang membela Honda. Tapi sejak awal bergabung, saya sudah mengalami lima cedera serius. Yang terakhir, kepala saya terbentur keras sampai-sampai saya tidak bisa mengingat apa-apa,"

kenang Lorenzo dengan berat.

Meski harus mengakhiri karier dengan cara yang tak menyenangkan, namanya tetap harum. Lorenzo diakui sebagai salah satu legenda MotoGP. Setelah pensiun, ia sempat mencoba peran baru sebagai test rider untuk Yamaha. Tapi itu tak berlangsung lama.

Kini, kabar terbaru menyebutkan bahwa Lorenzo akan kembali ke paddock dengan peran yang berbeda. Ia ditunjuk sebagai pelatih bagi Maverick Vinales untuk musim MotoGP 2026. Pengalamannya yang luar biasa diharapkan bisa membawa Vinales melesat lebih tinggi lagi. Sebuah babak baru bagi sang legenda, meski babak lamanya harus tertutup luka.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar