Backlog Rumah Indonesia Tertinggi di ASEAN, BTN Luncurkan Program Housingpreneur 2025
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mengungkapkan fakta mengejutkan: backlog atau kebutuhan rumah di Indonesia merupakan yang tertinggi di kawasan ASEAN, mencapai sekitar 3,6 persen. Kondisi ini menunjukkan potensi pasar perumahan yang masih sangat besar.
Rasio KPR Indonesia Masih Rendah
Data lebih lanjut menunjukkan rasio Kredit Pemilikan Rumah (KPR) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia masih berada di level rendah, hanya sekitar 3,4 persen. Angka ini jauh di bawah negara tetangga seperti Filipina yang mencapai 7–8 persen, membuktikan masih besarnya ruang pertumbuhan di sektor perumahan Indonesia.
Program Perumahan Jadi Prioritas Nasional
Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, menegaskan bahwa besarnya potensi bisnis di sektor perumahan membuat Presiden Prabowo Subianto menempatkan program perumahan sebagai salah satu prioritas utama untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Multiplier Effect Sektor Perumahan
Sektor perumahan memberikan dampak pengganda yang sangat luas, karena berpengaruh langsung ke 172 sektor industri. Yang lebih menguntungkan, 95 persen industri perumahan di Indonesia bersumber dari lokal, sehingga secara signifikan mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri.
Artikel Terkait
TelkomGroup Berangkatkan 1.924 Pemudik Gratis dengan Bus Ramah Lingkungan
ASDP Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran di Merak Dimulai Malam Ini
Arbeloa Bawa Mbappe dan Bellingham ke Manchester, City Hadapi Tugas Mustahil
Pemudik Rela Begadang Demi Tiket Kereta, Stasiun Jakarta Dipadati 54 Ribu Penumpang