Trump Bongkar Kelemahan Rudal Nuklir Putin yang Ditakuti Dunia

- Selasa, 28 Oktober 2025 | 11:10 WIB
Trump Bongkar Kelemahan Rudal Nuklir Putin yang Ditakuti Dunia

Trump Kritik Uji Coba Rudal Nuklir Rusia Burevestnik: "Tidak Pantas"

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengecam keras uji coba rudal nuklir Burevestnik yang dilakukan Rusia. Dalam pernyataannya, Trump menyebut tindakan Rusia tidak pantas karena seharusnya fokus mengakhiri perang di Ukraina.

Uji Coba Rudal Nuklir Rusia yang Sukses

Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan keberhasilan uji coba rudal Burevestnik dalam pertemuan dengan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Jenderal Valery Garasimov. Rudal bertenaga nuklir ini dilaporkan berhasil mengenai target pada jarak 14.000 km dan dipuji Putin sebagai senjata unik yang tak tertandingi di dunia.

Respons Trump Terhadap Ancaman Nuklir Rusia

Ketika ditanya apakah uji coba rudal nuklir Rusia merupakan ancaman, Trump menegaskan bahwa AS telah menempatkan kapal selam nuklir di dekat perairan Rusia yang tidak memerlukan jarak tempuh 14.000 km untuk mencapai sasaran.

Kritik Trump: Fokus Akhiri Perang Ukraina

Trump menyampaikan kritik pedas terhadap Putin: "Anda seharusnya mengakhiri perang. Perang yang seharusnya berlangsung selama satu minggu kini akan memasuki tahun keempat. Itulah yang seharusnya Anda lakukan ketimbang menguji coba rudal."

Status Perlombaan Senjata AS-Rusia

Meski mengakui kedua negara melakukan pengujian senjata, Trump menegaskan bahwa AS dan Rusia tidak sedang dalam perlombaan senjata. "Mereka tidak main-main dengan kita, kita juga tidak main-main dengan mereka," ujarnya.

Profil Rudal Burevestnik (NATO: Skyfall)

Rudal Burevestnik pertama kali diperkenalkan Putin pada 2018. Rudal yang mampu membawa hulu ledak nuklir ini telah menjalani serangkaian uji coba, termasuk beberapa yang gagal. Rusia tercatat meluncurkan enam rudal nuklir termasuk Burevestnik pada Maret 2018.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar