Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, meninjau langsung pengerjaan Jembatan Gantung Duku–Subarang Solok 1 di Nagari Duku, Kecamatan Koto XI Tarusan, Pesisir Selatan, Kamis (20/8). Ia datang bersama Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Elsa Putra Friandi, untuk memastikan pembangunan infrastruktur yang menggantikan jembatan lama yang putus akibat banjir pada 2024 itu berjalan sesuai target.
Andre menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan realisasi aspirasi masyarakat yang selama ini ia perjuangkan. Menurutnya, hal ini menjadi bukti bahwa usulan warga yang disampaikan melalui DPR RI dapat diwujudkan dengan dukungan pemerintah pusat. "Alhamdulillah, aspirasi masyarakat untuk merealisasikan Jembatan Duku-Seberang Solok ini telah kita eksekusi. Jembatan gantung ini memiliki panjang 100 meter dengan nilai anggaran sebesar Rp 10,5 miliar," ujarnya.
Politikus asal Sumatera Barat itu juga menekankan bahwa pembangunan ini tidak terlepas dari komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam membangun infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat. "Ini merupakan bentuk komitmen dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sebagaimana kita ketahui, jembatan sebelumnya putus akibat banjir. Alhamdulillah, di masa pemerintahan Presiden Prabowo, jembatan ini dapat dibangun," kata Andre.
Dalam kunjungan tersebut, Andre tidak hanya memantau progres fisik, tetapi juga menampung sejumlah aspirasi lanjutan dari warga. Salah satunya adalah permintaan pemasangan pagar pengaman atau railing di jalan masuk jembatan. Warga khawatir anak-anak yang bermain di sekitar area itu dapat terjatuh. Menanggapi hal itu, Andre langsung berkoordinasi dengan BPJN agar pengaman segera dieksekusi.
Selain itu, warga juga mengeluhkan minimnya penerangan di malam hari. Andre berjanji akan menambahkan lampu tembak di bagian tengah jembatan agar akses tersebut lebih terang dan aman. "Karena area tengah jembatan masih gelap, kita akan menambahkan lampu tembak di bagian tengah agar jembatan terang dan aman dilalui masyarakat pada malam hari," jelasnya.
Aspirasi lain datang terkait akses menuju pandam kuburan yang berada di kawasan tersebut. Warga mengusulkan pengerasan jalan atau rabat beton sepanjang kurang lebih satu kilometer. Andre menyatakan siap membantu dengan menyumbangkan 400 sak semen. Ia meminta pemerintah nagari bersama masyarakat bergotong royong melaksanakan pekerjaan tersebut. "Untuk penambahan jalan rabat beton menuju pandam kuburan, kami bantu menyumbang 400 sak semen. Mohon Pak Wali Nagari beserta masyarakat dapat bergotong-royong dalam pengerjaannya," katanya.
Wali Nagari Duku, Eridal, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Andre Rosiade serta pemerintah pusat dan daerah yang telah membantu mewujudkan pembangunan kembali jembatan tersebut. Menurutnya, jembatan ini memiliki arti penting bagi masyarakat setelah jembatan lama rusak dan putus akibat banjir pada 7–8 Maret 2024. "Atas nama Pemerintah Nagari Duku banyak mengucapkan terima kasih kepada Bapak Anggota DPR RI, kebanggaan kami, Bang Andre Rosiade, dan juga kepada Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Kabupaten, serta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat maupun pusat," kata Eridal.
Progres Hampir 100%
Sementara itu, Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi mengatakan pembangunan jembatan ini hampir mencapai progres fisik dan keuangan 100 persen. Meski demikian, sejumlah pekerjaan penyelesaian masih dilakukan di lapangan dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Jembatan tersebut berada di bawah PPK 2.4 Provinsi Sumatera Barat, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum.
Elsa menjelaskan, jembatan ini merupakan salah satu jembatan gantung yang terdampak bencana banjir di Kabupaten Pesisir Selatan pada 2024. Pekerjaan pembangunan memiliki masa pelaksanaan 240 hari kalender dengan nilai kontrak terakhir Rp10,55 miliar. Secara teknis, jembatan memiliki bentang 100 meter dan lebar jalur 1,80 meter, dengan bangunan atas berupa rangka baja tipe rigid simetris tiga panel.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Kabupaten Pesisir Selatan Jaferi juga hadir dalam peninjauan tersebut. Kehadiran jajaran pemerintah daerah, BPJN Sumbar, pemerintah kecamatan dan nagari menunjukkan koordinasi lintas pemerintahan dalam memastikan pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat berjalan hingga tuntas.
Dengan rampungnya pembangunan Jembatan Gantung Duku–Subarang Solok 1, masyarakat Duku dan kawasan sekitarnya kembali memiliki akses penghubung yang lebih aman. Infrastruktur tersebut juga diharapkan tidak sekadar memulihkan akses pascabencana, tetapi ikut mendorong aktivitas ekonomi dan pertanian masyarakat Kampung Tarusan dan Duku. Bagi Andre, penyelesaian jembatan ini menjadi bagian dari komitmennya mengawal aspirasi masyarakat Sumatera Barat hingga benar-benar terealisasi di lapangan.
Artikel Terkait
Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi Picu Antrean Panjang di Sumatera Barat
Pembangunan Jembatan Gantung Limau Gadang–Batu Kunik Jadi Bukti Komitmen Pemerintah pada Sumbar
Jembatan Gantung Koto Rawang Rampung, Andre Rosiade Pastikan Masyarakat Kini Bisa Menyeberang dengan Aman
Jembatan Gantung Koto Rawang Rampung, Andre Rosiade Pastikan Aspirasi Masyarakat Terealisasi