Jembatan Gantung Koto Rawang Rampung, Andre Rosiade Pastikan Aspirasi Masyarakat Terealisasi

- Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:35 WIB
Jembatan Gantung Koto Rawang Rampung, Andre Rosiade Pastikan Aspirasi Masyarakat Terealisasi

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, memastikan pembangunan Jembatan Gantung Koto Rawang di Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, telah rampung dan dapat dimanfaatkan masyarakat. Jembatan ini sebelumnya hancur akibat bencana galodo yang menelan korban jiwa.

Kepastian tersebut disampaikan Andre saat meninjau langsung lokasi jembatan bersama Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar, Elsa Putra Friandi, Kamis (20/8/2026). Dalam kunjungan itu, Andre didampingi Kepala Dinas PUPR Pessel Jaferi, Pj Wali Nagari Koto Rawang Safrul, unsur kepolisian, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga setempat.

Andre mengatakan, rampungnya jembatan ini menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat yang diperjuangkannya melalui pemerintah pusat mulai terwujud. Dari lima jembatan gantung yang diusulkan untuk dibangun di Pesisir Selatan, tiga di antaranya telah selesai, sementara dua lainnya ditargetkan tuntas pada Desember 2026.

"Alhamdulillah hari ini kita bisa mengunjungi Jembatan Gantung di Koto Rawang. Janji kami sebagai anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra sudah dipenuhi di Koto Rawang," kata Andre yang juga Ketua DPD Gerindra Sumbar.

Menurut Andre, pembangunan tersebut merupakan bagian dari dukungan pemerintah Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pekerjaan Umum untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur Sumatera Barat pascabencana.

Pemerintah pusat menyiapkan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi untuk Sumbar secara bertahap hingga 2028 dengan total sekitar Rp18 triliun. Dari jumlah itu, sekitar Rp4,8 triliun berada pada sektor yang ditangani Balai Jalan Nasional dan dialokasikan untuk berbagai daerah, termasuk Pesisir Selatan.

"Anggaran rehab-rekon yang disediakan pemerintah pusat untuk Sumatera Barat sebesar Rp18 triliun. Itu bertahap dari 2025 sampai 2028. Untuk Balai Jalan Nasional ada sekitar Rp4,8 triliun yang dibagi untuk Agam, Pariaman, Padang Pariaman, Kota Padang, Pesisir Selatan, Kota Solok, Kabupaten Solok, Tanah Datar dan daerah lainnya," ujar Andre.

Andre juga meminta Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan tidak ragu menyampaikan kebutuhan infrastruktur kepada BPJN Sumbar. Ia meminta Kepala Dinas PUPR Pessel berkoordinasi langsung dengan Kepala BPJN Sumbar agar berbagai kebutuhan, khususnya pembangunan dan perbaikan jembatan gantung, dapat diperjuangkan dan dieksekusi secara bertahap sesuai ketersediaan anggaran.

Sementara itu, Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi menjelaskan, pembangunan lima jembatan gantung di Pesisir Selatan merupakan tindak lanjut usulan pemerintah daerah yang turut disampaikan Andre kepada Menteri Pekerjaan Umum.

"Setelah Pak Andre bertemu dengan Pak Menteri, Pak Menteri menugaskan kami untuk melaksanakan pembangunan ini. Dari lima jembatan gantung itu, alhamdulillah tiga sudah bisa kita realisasikan. Salah satunya yang kita kunjungi sekarang adalah Jembatan Gantung Koto Rawang," kata Elsa Friandi.

Friandi menjelaskan, pembangunan Jembatan Gantung Koto Rawang mulai dikontrak pada Desember 2025 dan selesai pada Agustus 2026. Jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 100 meter dengan nilai kontrak Rp7,049 miliar dan masa pelaksanaan 240 hari kalender.

Berdasarkan papan informasi proyek, kontrak pembangunan dimulai 8 Desember 2025. Pekerjaan telah mencapai progres 100 persen dan serah terima pertama pekerjaan (PHO) dilaksanakan pada 4 Agustus 2026. Masa pemeliharaan ditetapkan selama 365 hari kalender dengan rencana PHO pada 3 Agustus 2027. Pembangunan jembatan mencakup sejumlah pekerjaan struktur, antara lain dinding sumuran, beton pylon, bronjong, pemasangan rangka jembatan, lantai jembatan, dan elemen struktur lainnya.

Friandi juga menjelaskan mengenai penggunaan jembatan yang menjadi perhatian masyarakat. Sesuai standar Kementerian Pekerjaan Umum, jembatan tersebut diperuntukkan bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Sementara kendaraan roda empat hanya diperbolehkan melintas dalam kondisi darurat, seperti ambulans yang membawa warga sakit.

"Kalau untuk selalu dilewati kendaraan, kami khawatir umur jembatan tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Untuk kasus emergency, seperti ambulans, masih bisa lewat," jelasnya.

Elsa Friandi berharap masyarakat bersama-sama menjaga jembatan ini agar dapat bertahan sesuai umur rencana dan terus mendukung aktivitas warga Koto Rawang dan sekitarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pesisir Selatan, Jaferi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada Andre Rosiade atas komitmen serta pengawalan aspirasi pembangunan infrastruktur di Pesisir Selatan. Jaferi menegaskan bahwa peran aktif Andre sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama dalam mendorong percepatan alokasi lima jembatan gantung oleh BPJN Sumbar, yang mana tiga di antaranya Jembatan Koto Rawang, Duku, dan Limau Gadang kini telah rampung dan beroperasi.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Jaferi berharap sinergi dan perhatian Andre terhadap daerahnya dapat terus berlanjut ke depan. Pemkab Pesisir Selatan saat ini telah menyerahkan proposal rehabilitasi untuk delapan unit jembatan tambahan yang rusak akibat bencana alam tahun 2024 dan 2025. Jaferi meyakini dengan pengawalan intensif dari Andre di tingkat pusat dan Kementerian PU, usulan pembangunan jembatan penyeberangan tersebut dapat kembali diprioritaskan demi memulihkan akses mobilitas, pendidikan, serta perekonomian masyarakat Pesisir Selatan secara menyeluruh.

Pj Wali Nagari Koto Rawang Safrul menyampaikan apresiasi kepada Andre yang telah memperjuangkan pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, masyarakat selama ini menggunakan akses jembatan yang kondisinya tidak layak dan bahkan telah menyebabkan korban jiwa.

"Bapak Andre datang pas siapnya jembatan yang diidam-idamkan masyarakat Koto Rawang. Selama ini kami memakai jembatan yang tidak layak pakai dan sudah memakan korban," ujarnya.

Tokoh pemuda Koto Rawang Almuadi Alifan juga menyampaikan terima kasih kepada Andre yang dinilai telah memperjuangkan pembangunan jembatan gantung tersebut sekaligus membantu menjawab kebutuhan infrastruktur masyarakat Pesisir Selatan.

Andre menegaskan, penyelesaian Jembatan Gantung Koto Rawang bukan akhir dari perjuangan. Ia meminta pemerintah daerah terus menyampaikan kebutuhan masyarakat, sementara dirinya bersama pemerintah pusat dan BPJN Sumbar akan terus mengawal agar pembangunan infrastruktur pascabencana di Pesisir Selatan dapat dilakukan secara bertahap.

"Yang masih kurang dan membutuhkan bantuan di Pesisir Selatan, kita dorong agar bisa dieksekusi. Khususnya jembatan-jembatan yang masih dibutuhkan masyarakat," tegas Andre.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags