Seorang pria bernama Ibrahim mengamuk di halaman Kantor Camat Kilo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), lantaran hadiah lomba lari 10 kilometer yang dimenangkan anaknya hanya berupa tiga gelas kaca, padahal sebelumnya dijanjikan uang Rp 2 juta.
Insiden tersebut terjadi saat Ibrahim mendatangi kantor camat untuk memprotes ketidaksesuaian hadiah. Ia terlibat cekcok dengan panitia dan Camat Kilo, Rusdi. Aksi protesnya terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial.
Dalam video, Ibrahim terlihat meluapkan emosinya dengan melemparkan tiga gelas kaca tersebut ke arah camat dan panitia. Beruntung, lemparan itu tidak mengenai siapa pun. Suasana semakin memanas ketika Rusdi memegang kerah baju Ibrahim, memicu perang mulut sebelum akhirnya diredam.
Ibrahim mengaku kecewa karena panitia sebelumnya mengumumkan total hadiah Rp 2 juta bagi para juara lomba, baik kategori putra maupun putri. Namun, yang diterima anaknya hanya tiga gelas kaca.
"Lari kemarin tidak masuk akal, masa hadiah cuma dikasih gelas kaca tiga biji, tidak sesuai yang dijanjikan," ucap Ibrahim dalam video tersebut.
Camat Kilo, Rusdi, membenarkan kejadian itu. Ia menjelaskan bahwa cekcok terjadi saat dirinya memberikan penjelasan mengenai ketidaksesuaian hadiah. Menurut Rusdi, persoalan ini murni akibat miskomunikasi antara panitia berbagai cabang lomba dan bendahara. Anggaran yang seharusnya digunakan untuk hadiah lomba lari maraton ternyata telah dipakai untuk membeli hadiah lomba lainnya.
Rusdi juga membantah dirinya bermaksud memukul Ibrahim. Ia menegaskan bahwa tindakan memegang kerah baju tersebut dilakukan untuk meredam emosi orang tua peserta yang sedang marah.
Untuk mencegah persoalan berlarut-larut, Rusdi mengaku langsung menyelesaikan masalah itu pada hari yang sama. Ia bahkan menggunakan uang pribadinya sebesar Rp 2 juta untuk menutupi kekurangan hadiah agar persoalan tersebut tidak mencoreng nama baik Pemerintah Kecamatan Kilo.
"Apresiasi bagi yang juara sudah saya selesaikan sesuai yang dijanjikan. Hari itu juga mereka langsung menerima hadiahnya masing-masing, dan mereka tidak ada lagi yang protes," pungkas Rusdi.
Artikel Terkait
Pelajar SD Boyolali Temukan Celah Keamanan Sistem NASA, Dapat Apresiasi Laptop dari Gubernur Jateng