Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menyoroti antrean panjang dan dugaan penyalahgunaan solar subsidi saat inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah SPBU di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Sidak yang digelar pada Kamis (20/8/2026) itu melibatkan tim Pertamina Sumatera Barat yang dipimpin Sales Branch Manager 1 Fuel Sumbar, Faris Aceriza.
Sepanjang perjalanan dari Kota Padang menuju Pesisir Selatan, Andre menemukan antrean pengisian solar subsidi di hampir semua SPBU. Di Pesisir Selatan, antrean juga terjadi pada pengisian Pertalite. Menurut Andre, persoalan ini bukan semata-mata karena kekurangan pasokan, melainkan ada indikasi penyalahgunaan di lapangan.
"Permintaan solar meningkat dari 1.600 menjadi 1.800 kiloliter per hari. Jumlah ini terus dipenuhi Pertamina," kata Andre dalam keterangannya. Ia menambahkan, pasokan solar subsidi untuk Sumatera Barat saat ini terus dipenuhi sesuai permintaan yang meningkat.
Andre menyebut salah satu pemicu utama adalah praktik pelangsiran, terutama di wilayah yang marak aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Kendaraan yang diduga membeli solar secara berulang dinilai memperparah antrean di sejumlah SPBU. Ia juga menyoroti kondisi di Kota Padang yang tidak memiliki aktivitas PETI, tetapi antrean tetap terjadi.
"Kalau di Kota Padang tidak ada tambang liar, kenapa masih ada antrean? Ada dugaan mobil sengaja mengantre untuk membeli solar secara berulang," ujarnya.
Andre meminta Pertamina melakukan kajian dan tindakan tegas terhadap pola pembelian berulang tersebut. Ia juga mendorong koordinasi yang lebih kuat antara Pertamina dan aparat penegak hukum (APH). Selain itu, ia mengungkap dugaan penyalahgunaan solar subsidi yang diperoleh melalui pembelian berulang maupun surat rekomendasi untuk nelayan, yang diduga dijual kembali secara ilegal kepada kapal-kapal di kawasan pelabuhan.
"Ini masih didalami. Ada dugaan seperti itu. Kita minta pertanggungjawaban dan biarkan kepolisian mendalaminya," tegasnya.
Andre menekankan bahwa persoalan antrean solar subsidi di Sumatera Barat bukan masalah baru. Masalah ini telah berulang selama beberapa tahun terakhir meski berbagai upaya telah dilakukan. Ia meminta agar persoalan tersebut ditangani secara permanen, bukan hanya sementara saat dirinya turun ke lapangan.
"Sejak 2022 ini sudah berulang kali kita lakukan berbagai upaya. Saya turun satu-dua minggu lancar, setelah saya pulang kejadian berulang lagi," ujarnya.
Artikel Terkait
Pembangunan Jembatan Gantung Limau Gadang–Batu Kunik Jadi Bukti Komitmen Pemerintah pada Sumbar
Jembatan Gantung Koto Rawang Rampung, Andre Rosiade Pastikan Masyarakat Kini Bisa Menyeberang dengan Aman
Jembatan Gantung Koto Rawang Rampung, Andre Rosiade Pastikan Aspirasi Masyarakat Terealisasi
Pembebasan Lahan Rp100 Miliar, Flyover Padang Luar Terancam Batal