Kecelakaan yang melibatkan Commuter Line Tangerang terjadi Kamis pagi (20/8) setelah sebuah sepeda motor melintas di perlintasan tidak resmi antara Stasiun Rawabuaya dan Batu Ceper. Peristiwa itu sempat mengganggu perjalanan kereta dan merusak kabin depan rangkaian.
Direktur KAI Commuter, Purnomo Sidi, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dan keterlambatan yang ditimbulkan. "Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan dan keterlambatan perjalanannya. Siang ini operasional layanan Commuter Line pada lintas tersebut sudah kembali normal," jelasnya dalam keterangan resmi, Kamis (20/8).
Petugas langsung menuju lokasi untuk pemeriksaan dan perbaikan awal demi memastikan keselamatan perjalanan. Imbasnya, perjalanan Commuter Line pada lintas Rawabuaya–Batu Ceper sempat diberlakukan satu jalur.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan gangguan tersebut berdampak pada delapan perjalanan Commuter Line Tangerang yang seluruhnya mengalami keterlambatan hingga 48 menit.
Insiden di Lintas Bogor
Bersamaan dengan kejadian di Tangerang, insiden lain terjadi di lintas Bogor. Commuter Line Bogor No. 1183 relasi Bogor–Jakarta Kota menabrak seseorang yang berada di jalur rel antara Pasar Minggu dan Manggarai.
Akibat temperan itu, kereta mengalami kerusakan pada pipa angin di sistem pengereman. Rangkaian kemudian dievakuasi menggunakan kereta penolong untuk diperbaiki di Depo KRL Bukit Duri. Proses penarikan tersebut membuat jalur rel Pasar Minggu menuju Manggarai tidak dapat dilalui, sehingga perjalanan sempat dioperasikan menggunakan satu jalur.
Karina menyebut imbas dua kejadian itu, sebanyak 10 perjalanan Commuter Line Bogor mengalami keterlambatan lebih dari satu jam, dan dua perjalanan lainnya dibatalkan.
"KAI Commuter akan terus berkolaborasi dan berkoordinasi dengan pihak kewilayahan dan tokoh-tokoh masyarakat untuk mengedukasi terkait keselamatan di sepanjang jalur rel," kata Karina.
KAI Commuter juga mengimbau masyarakat untuk tidak melintas di jalur rel dan selalu mematuhi arahan petugas demi keselamatan bersama. "Keselamatan di perlintasan sebidang juga merupakan tanggung jawab bersama. KAI Commuter juga secara rutin melakukan edukasi dan sosialisasi terkait keselamatan perjalanan kereta api di perlintasan sebidang," ujarnya.
Karina menegaskan diperlukan kolaborasi dan kesadaran seluruh pengguna jalan raya untuk menjaga keselamatan saat melintas di perlintasan sebidang. KAI Commuter akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengurangi kejadian temperan di jalur kereta api.
Artikel Terkait
Dua Insiden di Lintas Bogor dan Tangerang, KRL Sempat Terganggu Pagi Ini
KRL Bogor-Jakarta Kota Terhambat Usai Warga Tertabrak di Tebet, Penumpang Diarahkan Pindah Peron
Transjakarta Kerahkan Armada Tambahan Antisipasi Gangguan KRL Bogor-Jakarta
KRL Bogor dan Tangerang Alami Keterlambatan, KAI Commuter Terapkan Rekayasa Pola Operasi