Kali Bekasi Dipenuhi Busa, Warga Curiga Limbah Pabrik

- Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:36 WIB
Kali Bekasi Dipenuhi Busa, Warga Curiga Limbah Pabrik

Permukaan Kali Bekasi di dekat Bendung Bekasi, Jalan M. Hasibuan, Kecamatan Bekasi Timur, Jawa Barat, tampak dipenuhi gumpalan busa. Beberapa bagian aliran kali tertutup busa yang terbawa arus deras dari pintu air, menyebar hingga ke tepian. Warna air kali pun terlihat menghitam.

Seorang buruh harian, Iin (50), mengatakan kondisi berbusa ini bukan hal baru. Fenomena serupa kerap muncul saat musim kemarau panjang, terutama ketika ada tambahan aliran air dari hulu. "Ya setiap musim kemarau panjang, lalu ada air datang bertambah, dia akan mengeluarkan busa begini," ujarnya saat ditemui di sekitar Kali Bekasi, Kamis (20/8).

Iin tidak mengetahui pasti penyebab atau asal busa tersebut. Ia hanya mencium bau yang menurutnya mirip limbah pabrik. "Kurang tahu saya. Kayaknya sih limbah pabrik baunya mah. Cuma enggak tahu asal-usul dari mana," katanya.

Meski begitu, ia menduga busa muncul dari endapan air hulu yang terbentuk setelah kemarau panjang, lalu terbawa saat debit air bertambah. "Jadi ini cuma murni air yang dari atas dari hulu jatuh karena endapan lama apa kemarau agak panjang jadi mengendap," jelas Iin.

Keberadaan busa ini dinilai mengganggu warga, meski lokasinya cukup jauh dari permukiman. Iin menyebut kondisi tersebut berpotensi membahayakan, walaupun warga tidak selalu memantau langsung kondisi air kali. "Kalau warga ya terganggu sih, tapi kan jauh dari warga," ungkapnya. Ia menambahkan, "Ya kalau masalah berbahaya mah ya pasti berbahaya sih. Tapi kan orang mana tahu kalau sekilas setiap ininya mah enggak selalu banyak orang di kali."

Menurut Iin, tidak ada warga yang memanfaatkan air kali untuk mandi atau mencuci. Aktivitas warga di sekitar kali lebih banyak untuk mencari ikan. "Di sini enggak ada. Paling cuma yang ada kalau nyari ikan ada," tuturnya.

Namun, kemunculan busa berdampak pada ikan di aliran Kali Bekasi. Iin mengatakan ikan dapat mati dalam kondisi tersebut. "Ya mati. Kalau ikan mah pasti matilah ikan-ikan putih mah," ucapnya.

Akibatnya, warga pun berhenti memancing di sekitar kali. Padahal, saat air dalam kondisi baik, aktivitas memancing dilakukan setiap hari. "Enggak ada yang mancing. Kalau air bagus mah tiap hari ada yang mancing. Kalau air gini sudah enggak ada yang mancing," tutup Iin.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags