Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra, mendadak menjadi sasaran tuduhan sebagai penganut Syiah di media sosial. Tuduhan itu mencuat setelah aksi demonstrasi mahasiswa di Bundaran HI pada 18 Agustus 2026, dan langsung memicu reaksi beragam dari warganet.
Sejumlah akun yang selama ini dikenal sebagai pendukung pemerintah mulai mengaitkan Fathimah dengan aliran Syiah. Langkah ini dinilai sebagai upaya mendiskreditkan tokoh yang menjadi motor penggerak aksi mahasiswa tersebut.
Pengamat media sosial, M Maki, menilai tuduhan itu sebagai indikasi kepanikan penguasa. "Kenapa isu agama penting untuk dinaikan, ketika istana mulai tak nyaman?" ujarnya.
Warganet lain, Adnan, juga menyoroti pergeseran narasi yang dilakukan buzzer. "Narasi mahasiswa nggak laku, narasi antek Soros nggak mempan, jelas mereka bakal cari narasi lain tapi kenapa yang dipilih narasi kek gini. Ini bentuk udah buntuhnya pemerintah bendung demo-demo masyarakat," tulisnya.
Menanggapi tuduhan tersebut, Muhammad Husein Fadhlillah melontarkan kritik tajam. "(Seandainya benar), emang ngapa kalau Syiah? Lebih baik Syiah yang model Fatimah dari Salafi Wahabi/Madkhali model buzzer pencebok," sindirnya.
Hingga berita ini diturunkan, Fathimah Azzahra belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Sementara itu, aksi mahasiswa yang digelar BEM UI disebut masih akan berlanjut hingga tuntutan mereka dipenuhi pemerintah.
Artikel Terkait
Merawat Rasa Memiliki: Esai Mahasiswa UI tentang Bangsa dan Tanggung Jawab
BEM UI Aksi di Depan Gedung UOB, Sorot MBG hingga Penanganan Bencana
Fatimah, Mahasiswi UI yang Tenang di Tengah Badai Debat
Tak Tembus Bundaran HI, Massa Mahasiswa Bubar dan Ancam Kembali Akhir Agustus