Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mendorong modernisasi jaringan listrik dengan membangun super grid antarpulau. Langkah ini diambil untuk meratakan distribusi listrik di seluruh wilayah Indonesia, yang selama ini masih timpang antara Pulau Jawa dan daerah lainnya.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyatakan bahwa pengembangan super grid tidak hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga didukung oleh berbagai program strategis. Salah satunya adalah pinjaman berbasis hasil dan bantuan teknis untuk Koridor Energi Hijau Sulawesi.
“Di sektor tenaga surya, modernisasi jaringan sangatlah penting untuk mendukung visi nasional kita terkait inisiatif strategis super grid antarpulau seperti program pinjaman berbasis hasil dan bantuan teknis untuk Koridor Energi Hijau Sulawesi,” ujar Yuliot dalam gelaran Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW) 2026 di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (19/8).
Menurut Yuliot, penguatan jaringan menjadi kunci untuk memastikan sistem kelistrikan memiliki stabilitas dan fleksibilitas yang memadai. Dengan begitu, distribusi daya ke berbagai pulau dapat berjalan optimal dan andal.
Dalam kerja sama dengan Jerman, pemerintah juga menjajaki integrasi smart grid. Hal ini disampaikan Yuliot sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi energi di tanah air.
“Investasi pengembangan industri hijau yang berfokus pada dekarbonisasi sektor manufaktur, serta penjajakan kerja sama pengembangan teknologi hidrogen hijau dan integrasi smart grid,” jelasnya.
Pengembangan Green Hydrogen hingga Mini-Grid
Lebih lanjut, Yuliot mengungkapkan bahwa kemitraan yang dibangun terus menjajaki berbagai teknologi energi bersih yang sedang berkembang. Salah satunya melalui Inisiatif Peningkatan Hidrogen Hijau. Selain itu, kerja sama juga mencakup pengembangan mini-grid dan mekanisme monetisasi karbon.
“Kemitraan kami terus menjajaki teknologi mutakhir yang sedang berkembang, termasuk Inisiatif peningkatan hidrogen hijau, kerja sama (Triangular) Selatan-Selatan untuk pengembangan mini grid, dan mekanisme monetisasi karbon,” pungkasnya.
Artikel Terkait
ESDM Evaluasi 15 PLTU Beremisi Tinggi, Siapkan Energi Pengganti
Pemerintah Percepat Operasional PLTA Batang Toru untuk Perkuat Jaringan Listrik Sumatera
Pemerintah Bangun Sejumlah PSEL di Jawa Barat Usai Legok Nangka
Wamen ESDM Kirim Tim ke Lapangan Usai Ada Gangguan Pasokan BBM di Sejumlah Daerah