Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, merespons keluhan ketersediaan BBM di beberapa daerah dengan mengirimkan tim pengecekan langsung ke lapangan. Tim tersebut terdiri dari BPH Migas dan Pertamina.
“Jadi untuk ketersediaan BBM untuk seluruh wilayah, kita lakukan evaluasi. Jadi saya dari Kementerian ESDM sudah minta Kepala BPH Migas untuk melakukan pengecekan bersama PT Pertamina, jadi apa permasalahan yang ada di lapangan,” kata Yuliot di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (16/7).
Ia menjelaskan, dari hasil identifikasi sementara, ketersediaan BBM di terminal terpadu dan pengiriman relatif lancar. Namun, distribusi dari terminal ke SPBU mengalami hambatan, kemungkinan karena masalah transportasi. Meski begitu, Yuliot memastikan stok BBM secara nasional dalam kondisi aman. “Stok aman, lebih dari cukup. Hanya beberapa daerah yang alami masalah pasokan,” ujarnya.
Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian ESDM, Rilke Jeffri Huwae, menambahkan bahwa kendala utama memang terletak pada distribusi, bukan stok. Ia menyebut Sumatera sebagai salah satu daerah yang mengalami persoalan distribusi. “Jadi ini sekarang kan yang kita kaji pertama ini kan persoalan terkait dengan manajemen distribusi. Kalau stok cukup. Cuma manajemen pola distribusi itu yang perlu diatur. Karena seperti di Sumatera, itu jalur koordinasinya terlalu panjang. Nah ini kita sebentar lagi ke sana untuk diskusikan supaya jalur koordinasinya jangan terlalu panjang,” kata Jeffri.
Sebelumnya, keluhan pasokan BBM juga terjadi di Medan, Sumatera Utara. PT Pertamina Patra Niaga memastikan layanan di seluruh SPBU Medan dan sekitarnya telah kembali normal. VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan peningkatan kebutuhan BBM terjadi seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, termasuk dimulainya kembali kegiatan sekolah dan perkantoran. “Seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, kebutuhan BBM di Medan juga mengalami kenaikan sekitar 5–10 persen dibandingkan rata-rata harian. Kami segera meningkatkan kapasitas distribusi melalui penambahan armada mobil tangki, penguatan personel distribusi, serta optimalisasi operasional sehingga layanan di SPBU kini telah kembali berjalan normal,” ujar Kitty.
Pertamina Patra Niaga telah menambah 10 unit mobil tangki operasional, 30 unit mobil tangki spot charter, serta memperkuat personel distribusi dengan tambahan 34 Awak Mobil Tangki (AMT) dari Fuel Terminal terdekat dan dukungan 16 personel dari Bekangdam. Operasional Fuel Terminal Medan dan sejumlah SPBU dioptimalkan selama 24 jam. “Upaya tersebut membuahkan hasil positif. Pada 14 Juli 2026, realisasi penyaluran 104 persen dari target harian, dengan pengoperasian 149 unit mobil tangki atau 115 persen,” ujarnya.
Artikel Terkait
Realisasi PNBP ESDM Tembus Rp85,58 Triliun hingga Juli 2026
Pertamina Patra Niaga Tindak Tegas Sopir Tangki Pelanggar Distribusi BBM
Pertamina Turunkan Harga BBM Nonsubsidi per Juli 2026, Cek Daftar Terbaru
Bahlil Tegaskan B50 Tak Akan Berjalan Tanpa Peran Pertamina