Prabowo Resmikan Proyek LNG Blok Masela, Proyek yang Mandek 28 Tahun Akhirnya Dimulai

- Kamis, 16 Juli 2026 | 14:36 WIB
Prabowo Resmikan Proyek LNG Blok Masela, Proyek yang Mandek 28 Tahun Akhirnya Dimulai

Presiden Prabowo Subianto meresmikan dimulainya pembangunan proyek gas alam cair (LNG) Lapangan Abadi, Blok Masela, di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku Tenggara Barat, Kamis (16/7). Ia menekankan proyek ini harus dikerjakan cepat karena sudah tertunda hampir tiga dekade.

“Alhamdulillah hari ini mulai pembangunan dan pembangunan tidak boleh terhambat harus selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya,” tegas Prabowo dalam tayangan virtual.

Presiden juga berterima kasih kepada operator Blok Masela, Inpex Corporation bersama mitranya Petronas dan PT Pertamina (Persero), serta meminta dukungan semua pihak agar proyek rampung tepat waktu. Setelah Shell hengkang pada 2023, struktur kepemilikan kini terdiri dari INPEX Masela 65 persen, Pertamina Hulu Energi Masela 20 persen, dan Petronas Masela 15 persen.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan proyek ini sempat terkatung-katung selama 28 tahun akibat perdebatan antara lokasi lepas pantai (offshore) dan daratan (onshore). “Pada hari ini, tepat pada tanggal 16 Juli 2026 kita menandai babak baru Proyek Abadi Masela yang sudah dicanangkan 28 tahun lalu, sudah enam presiden, Presiden Prabowo Subianto lah yang bisa mengeksekusi hari ini,” ujarnya.

Proyek LNG Abadi Wilayah Kerja Masela merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikelola INPEX Corporation melalui anak perusahaannya, INPEX Masela, Ltd., sebagai operator. Kapasitas produksi mencapai 9,5 juta ton LNG per tahun, didukung teknologi Carbon Capture Storage (CCS).

Lapangan Abadi di Blok Masela, Laut Arafura, Provinsi Maluku, berlokasi sekitar 12 mil dari pulau terdekat. Blok Masela berada sekitar 750 km selatan Ambon, ibu kota provinsi Maluku. Nilai investasi proyek mencapai USD 20,9 miliar atau sekitar Rp 342 triliun, termasuk USD 1 miliar untuk teknologi CCS.

Kapasitas produksi LNG direncanakan 9,5 juta ton per tahun, ditambah kondensat hingga 35.000 barel per hari dan gas alam sekitar 150 juta kaki kubik per hari. Kedalaman air di Lapangan Abadi berkisar antara 400 hingga 800 meter. Sisi selatan Blok Masela beririsan dengan perbatasan wilayah laut Indonesia-Australia, namun seluruh blok berada di wilayah Indonesia.

Rencana pengembangan Lapangan Abadi mencakup fasilitas bawah laut (subsea wellheads, drilling centers, Subsea Umbilicals Risers and Flowlines/SURF, CO2 injection well, dan SURF untuk CCS), fasilitas Floating Production Storage and Offloading (FPSO), Gas Export Pipeline (GEP) dan CO2 pipeline, serta pabrik LNG daratan (Onshore LNG/OLNG) termasuk fasilitas CCS di Pulau Yamdena, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

FPSO memiliki fasilitas pemrosesan gas dua train untuk mengirimkan gas kering ke OLNG melalui GEP. Kapasitas produksi OLNG sekitar 9,5 MTPA yang terdiri dari dua train masing-masing 4,75 MTPA dan 150 MMSCFD pipa gas untuk kebutuhan industri lokal. CO2 dari Acid Gas Removal Unit (AGRU) akan didehidrasi, dikompresi, lalu dikirim ke sumur injeksi di Lapangan Abadi melalui CCS Pipeline yang dipasang paralel dengan GEP.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags