Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga Juli 2026 mencapai Rp85,58 triliun. Angka tersebut setara dengan 62,84 persen dari target tahun ini yang sebesar Rp136,18 triliun.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung memaparkan, penerimaan itu berasal dari berbagai komponen, seperti iuran produksi, royalti minerba, penjualan hasil tambang, keuntungan bersih IUPK, dan pendapatan sumber daya alam lainnya.
“Sampai dengan 12 Juli 2026, realisasi PNBP Kementerian ESDM sebesar Rp85,58 triliun atau 62,84 persen dari target sebesar Rp136,18 triliun,” kata Yuliot dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (16/7).
Di sisi lain, realisasi belanja Kementerian ESDM Tahun Anggaran 2025 mencapai Rp13,19 triliun atau 91,34 persen dari pagu anggaran belanja sebesar Rp14,44 triliun. Namun, angka ini lebih rendah dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai 97,05 persen.
Yuliot menjelaskan, penurunan tersebut disebabkan oleh perubahan komposisi kontrak tahun jamak pada pekerjaan pembangunan infrastruktur migas. Sejumlah proyek yang semula dijadwalkan pada 2025 diundur ke 2027, sehingga anggaran sebesar Rp1,1 triliun dikembalikan.
Artikel Terkait
Wamen ESDM Kirim Tim ke Lapangan Usai Ada Gangguan Pasokan BBM di Sejumlah Daerah
Pemerintah Pastikan B50 Siap Diterapkan, Penghematan Devisa Capai Rp170 Triliun
Pasokan Batu Bara ke Pembangkit Dipantau Ketat untuk Cegah Pemadaman Bergilir
Kementerian ESDM Sempat Tahan Ekspor Batu Bara demi Amankan Pasokan Listrik PLN