DLHK Banten Temukan Pencemaran di Sungai Ciujung, Limbah Domestik dan Perusahaan Jadi Penyebab

- Kamis, 16 Juli 2026 | 14:25 WIB
DLHK Banten Temukan Pencemaran di Sungai Ciujung, Limbah Domestik dan Perusahaan Jadi Penyebab

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten mengonfirmasi pencemaran di Sungai Ciujung, Kabupaten Serang, yang airnya berubah menjadi hitam. Hasil pemeriksaan menunjukkan sumber pencemaran berasal dari limbah domestik dan aktivitas perusahaan.

Kepala DLHK Banten Wawan Gunawan mengatakan, sebagian besar limbah di sungai tersebut merupakan limbah domestik, baik dari rumah tangga maupun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). "Hasil uji laboratorium menunjukkan kadar BOD (biochemical oxygen demand) dan COD (chemical oxygen demand) yang tinggi, yang merupakan indikator limbah domestik. Limbah ini bisa berasal dari masyarakat atau pedagang yang membuang sisa usahanya ke kali atau drainase hingga mengalir ke sungai," ujarnya dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (16/7/2026).

DLHK Banten juga memeriksa dua perusahaan besar di aliran Sungai Ciujung, yaitu PT Indah Kiat dan PT Cipta Paperia. Dari hasil pemeriksaan, PT Cipta Paperia diduga membuang limbah ke sungai. "Kami turun langsung ke lapangan dan menemukan adanya limbah yang dibuang," kata Wawan.

Soal sanksi terhadap PT Cipta Paperia, Wawan menjelaskan bahwa hal itu menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Serang karena berkaitan dengan izin perusahaan. "Perusahaan ini sering melanggar dan membuang limbah ke sungai. Kami sudah beberapa kali menemukan pelanggaran serupa. Sementara ini, perusahaan itu yang selalu bermasalah," katanya.

Fenomena air Sungai Ciujung yang menghitam saat musim kemarau, menurut Wawan, juga dipengaruhi oleh berkurangnya debit air. "Sekarang musim kemarau dengan El Nino, air dari hulu yang berasal dari Waduk Karian ke Pamarayan hanya dialirkan sedikit, nol koma sekian. Itu yang membuat sungai tampak hitam," ujarnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags