Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hardian Irfani, meminta pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan proses belajar mengajar di Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap berjalan setelah gempa bumi berkekuatan dahsyat mengguncang wilayah tersebut. Menurutnya, pendidikan bagi anak-anak tidak boleh terhenti lama meskipun gempa susulan masih terjadi.
"Di samping melihat bangunan sekolah, kami juga meminta untuk menginventarisir guru, siswa, dan tenaga pendidik lainnya yang terdampak akibat gempa," kata Lalu di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Lalu menegaskan bahwa pemerintah perlu memastikan kegiatan pembelajaran anak-anak tetap berlangsung. Dia menyarankan agar didirikan sekolah darurat untuk menampung siswa-siswi yang sekolahnya rusak akibat gempa. Jumlah sekolah darurat tersebut, lanjutnya, harus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Namun, dia juga meminta pemerintah menginventarisir bangunan sekolah yang masih layak digunakan.
"Tetapi lagi-lagi bahwa kami menyarankan agar belajar di sekolah darurat terlebih dahulu. Apakah nanti disiapkan berupa tenda, atau ditempatkan di sekolah yang memang tidak terdampak oleh gempa," ujarnya.
Dia memastikan DPR RI telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Bencana yang langsung dipimpin oleh pimpinan DPR. Satgas tersebut sudah meninjau langsung ke lokasi bencana dan menyalurkan bantuan. Pemerintah, melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, juga telah turun untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan pascagempa.
Artikel Terkait
Aksi Demo Mahasiswa Diwarnai Galang Dana untuk Korban Bencana NTT
Polisi Kawal Distribusi Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Manggarai
Di Tengah Gempa dan Listrik Padam, Operasi Caesar Darurat Selamatkan Ibu dan Bayi di NTT
Pemerintah Kirim 253 Ton Logistik ke NTT, Akses Darat Mulai Normal