Pengibaran bendera raksasa bergambar Presiden Prabowo Subianto dari udara saat peringatan HUT ke-81 RI menjadi sorotan publik. Aksi yang menampilkan wajah presiden terpampang besar di langit Jakarta itu dilakukan dalam rangkaian atraksi terjun payung.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi buka suara terkait kontroversi tersebut. Menurutnya, aksi itu merupakan bentuk kebanggaan sekaligus ucapan terima kasih dari TNI atas penguatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia.
"Ini substansinya gini. Itu kan bentuk kebanggaan saudara-saudara kita gitu ya," ucap Pras di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8).
Prasetyo menjelaskan, penguatan alutsista tersebut tidak hanya dilakukan ketika Prabowo menjabat sebagai Presiden. Prosesnya telah dirintis sejak Prabowo menjadi Menteri Pertahanan di era pemerintahan Presiden Joko Widodo pada 2019-2024.
"TNI juga menyampaikan ucapan terima kasih juga ya karena kan di masa Pak Prabowo inilah, meskipun juga sudah dirintis sejak zaman beliau menjadi Menhan, kita benar-benar memperkuat alutsista kita," katanya.
Menurut Prasetyo, pesan kebanggaan TNI juga terlihat dari atraksi militer yang menyertai rangkaian upacara. Salah satunya adalah penerbangan empat pesawat jet tempur Dassault Rafale asal Prancis.
Ia menilai aksi tersebut bukan sesuatu yang mudah dilakukan. Apalagi, atraksi pengibaran bendera raksasa melibatkan prajurit TNI yang melakukan terjun payung dari ketinggian.
"Menerbangkan pesawat tempur Rafale dan itu empat-empatnya adalah putra-putra terbaik bangsa Indonesia. Itu loh yang menurut saya, menurut kami itu jauh lebih penting karena itu bukan sesuatu yang mudah," ujarnya.
Lebih lanjut, Prasetyo juga menyinggung penguatan alutsista dengan kondisi geografis Indonesia yang berada dalam kawasan ring of fire. Menurut dia, kemampuan dan perlengkapan TNI bukan hanya berkaitan dengan pertahanan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk membantu penanganan bencana.
"Dalam waktu yang singkat kita bisa mengirimkan logistik gitu yang sudah kita pakai mulai dari bencana di Sumatra maupun kemarin di NTT," ungkap dia.
Artikel Terkait
Pemerintah Kirim 253 Ton Logistik ke NTT, Akses Darat Mulai Normal
Menkum: Pembangunan dan Kerja Pemerintah Harus Bermuara pada Kepentingan Rakyat
Anggaran Bunga Utang 2027 Capai Rp650 Triliun, Setara Rp1,78 Triliun per Hari
Prabowo Dikritik Netizen: Pernyataan Lama Soal Bicara di TV Kembali Dipertanyakan