Pemerintah memastikan insentif kendaraan listrik ke depan akan difokuskan pada mobil dan motor listrik buatan dalam negeri. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa subsidi tidak akan diberikan untuk kendaraan di luar kategori tersebut.
"Itu nanti kita lihat dikaitkan dengan mobil nasional atau motor nasional," kata Airlangga di kantornya, Senin (27/7/2026). Ia menambahkan, "Mobil dan motor elektrik nasional."
Meski demikian, Airlangga belum merinci jadwal pasti realisasi kebijakan ini, termasuk apakah tetap digulirkan pada Agustus 2026 atau mengalami penundaan. Sebelumnya, pemerintah menargetkan penyaluran insentif mulai berlaku pada bulan tersebut.
Rencana awal pemerintah mencakup subsidi Rp5 juta untuk motor listrik dan diskon PPN untuk mobil listrik. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa tahap awal insentif disiapkan untuk kuota 200.000 unit kendaraan listrik, terbagi rata 100.000 unit untuk motor dan 100.000 unit untuk mobil.
"Kira-kira untuk mobil listrik akan kita kasih berapa? 100.000 subsidi pertama. Kalau habis kita kasih lagi. Motor listrik juga sama. 100 ribu pertama kita akan kasih. Berapa? Rp5 juta," kata Purbaya, Rabu (7/5/2026).
Purbaya menyampaikan bahwa detail teknis penyaluran masih disempurnakan dan akan diumumkan secara resmi oleh Kementerian Perindustrian bersama Kemenko Perekonomian. "Nanti skemanya Menteri Perindustrian akan menjelaskan seperti apa, nanti juga menteri perekonomian menjelaskan seperti apa," ungkapnya.
Ia memastikan jika kuota awal habis, pemerintah membuka peluang penambahan alokasi. Hal ini mempertimbangkan kapasitas produksi EV domestik yang mencapai 300 ribu unit untuk mobil dan jutaan unit untuk motor. "Yang sudah didiskusikan, masih mentah ya, 100.000 mobil dan 100.000 motor. Nanti kalau kurang (ditambah) 100.000 lagi dan 100.000 lagi," kata Purbaya.
Artikel Terkait
Belanja Subsidi dan Kompensasi APBN 2026 Tembus Rp 233 Triliun di Semester I
Airlangga Upayakan Pengecualian Tarif AS untuk Sawit dan Komoditas SDA Lainnya
Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur, Airlangga: Institusi Tetap Jaga Stabilitas
Mendagri Dorong Percepatan Anggaran Rehabilitasi Pascabencana Sumatera