Produk domestik bruto (PDB) Singapura tumbuh 5,7 persen secara tahunan pada kuartal II-2026. Meski tetap tinggi, angka ini melambat dibandingkan pertumbuhan 6,3 persen pada kuartal sebelumnya.
Sektor manufaktur menjadi pendorong utama. Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura (MTI) mencatat pertumbuhan sektor ini mencapai 12,2 persen pada triwulan lalu, naik dari 8,0 persen pada awal tahun. Lonjakan tersebut terutama didorong oleh peningkatan produksi di klaster elektronik dan teknologi.
Singapura, seperti beberapa negara Asia lainnya, merupakan pengekspor chip dan peralatan semikonduktor. Akhir-akhir ini, negara kota itu menikmati keuntungan dari permintaan kuat untuk produk terkait kecerdasan buatan (AI).
Di sisi lain, klaster manufaktur kimia dan biomedis mengalami kontraksi akibat gangguan pasokan bahan baku yang dipicu konflik di Timur Tengah.
Artikel Terkait
Pendidikan Indonesia Perlu Bertransformasi dari Pengejaran Nilai ke Pembentukan Manusia Masa Depan
Allianz PHK 1.800 Karyawan, AI Gantikan Peran Call Center
ILO: Hampir 80 Juta Pekerja di ASEAN Terpapar AI, Tapi Dampaknya Belum Signifikan
SK Hynix Catatkan Saham di Nasdaq, Incar Dana Rp 29 Miliar untuk Ekspansi Pabrik AI