Mendagri Laporkan Inflasi Nasional di Bawah Target 3,5 Persen

- Rabu, 15 Juli 2026 | 03:35 WIB
Mendagri Laporkan Inflasi Nasional di Bawah Target 3,5 Persen

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melaporkan bahwa inflasi nasional masih terkendali di bawah target pemerintah. Dalam rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (14/7/2026), Tito menyebut angka inflasi tahunan mencapai 3,34 persen, masih di bawah batas maksimal 3,5 persen.

“Inflasi kita di angka 3,34 persen relatif terkendali di bawah target nasional 3,5 persen maksimal,” ujar Tito usai Rakor Inflasi di Jakarta.

Meski secara tahunan aman, secara bulanan inflasi tercatat naik 0,44 persen. Kenaikan ini dipicu oleh sektor transportasi, terutama angkutan udara, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat saat libur sekolah. Selain itu, harga sejumlah bahan pangan seperti bawang putih, minyak goreng, dan beras juga ikut mendorong inflasi.

“Dengan penyumbang utamanya adalah sektor transportasi, terutama angkutan udara. Ditambah sektor makan minuman, terutama bawang putih. Kemudian ada minyak goreng, sama beras ada kenaikan sedikit,” kata Tito.

Pemerintah saat ini tengah mengoordinasikan langkah pengendalian harga. Tito berharap penurunan harga bahan bakar minyak jenis bensin pada Juli dapat meredam tekanan inflasi. Namun, untuk komoditas seperti bawang putih dan minyak goreng, diperlukan koordinasi lebih intensif dengan Kementerian Perdagangan.

“BBM jenis bensin di Juli diturunkan harganya. Mudah-mudahan akan berpengaruh juga untuk menurunkan inflasi. Tapi sektor yang lain seperti bawang putih, minyak goreng, yang menjadi tugas Kementerian Perdagangan, perlu dikoordinasikan lebih intens,” ucapnya.

Untuk beras, Tito menyebut pemerintah bersama Kementerian Pertanian, Bulog, dan Badan Pangan Nasional telah menyiapkan langkah penanganan di daerah yang mengalami kenaikan harga. Ia juga menginstruksikan pemerintah daerah, khususnya wilayah dengan inflasi tinggi seperti Indonesia Timur dan Aceh, untuk memperkuat pasokan dan memperbaiki distribusi.

“Kalau target saya daerah-daerah yang tinggi, di daerah timur umumnya tinggi, di Aceh juga tinggi, langkah-langkahnya menambah suplai. Juga ada masalah ombak untuk distribusi di beberapa daerah tertentu, sehingga perlu menggunakan kapal yang lebih besar,” kata Tito.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags