Mahfud MD: Korupsi MBG Terjadi Secara Sistematis, Tata Kelola Sudah Salah Sejak Awal

- Selasa, 07 Juli 2026 | 13:01 WIB
Mahfud MD: Korupsi MBG Terjadi Secara Sistematis, Tata Kelola Sudah Salah Sejak Awal

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menilai praktik korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah terjadi secara sistematis dan besar-besaran. Menurutnya, celah korupsi sudah terlihat sejak program yang menjadi andalan pemerintah itu dirancang.

"Saya, biar tidak timbul masalah liar, saya katakan sejak awal bilang korupsi ini tampak disengaja dari awal, paling tidak sudah diketahui karena ketika itu dibentuk, ketika jalan, kita kan sudah bidara dari sini bahwa tata kelolanya harus hati-hati, ini uang besar," kata Mahfud dalam podcast Terus Terang Mahfud MD, Senin (6/7/2026).

Ia menekankan bahwa program MBG sudah berjalan sebelum Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masuk. Namun, sejak awal desain program dinilai tidak baik, sehingga membuka peluang korupsi yang kini terbukti.

"Kita kan hampir tiap bulan meng-update itu, bicara soal MBG, itu ada korupsinya Pak. Tapi, diam saja pemerintah, dibilang antek asing, dibilang itu tidak setuju pemerintah karena kalah dan sebagainya. Kita bicara di podcast ini, bisa dilacak, bahwa dari awal ini ada korupsinya, bahaya ini, sudah tidak bisa menilai sekarang," ujar Mahfud.

Ia mencontohkan, wadah makanan untuk MBG sampai harus didatangkan dari China oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Padahal, rakyat Indonesia sudah terbiasa membuat tempat makan dari anyaman, bambu, atau daun pisang yang bisa menjadi sumber pemasukan masyarakat.

"Bahkan, ada berita makanan untuk satu pelosok di Sulawesi Utara, Manado, makanan dari Surabaya karena harus ada speknya, ada standarnya yang itu hanya di Surabaya. Berkali-kali kita katakan, kenapa tidak serahkan ke desa itu kasih jatah sekian, terus rakyat suruh makan tiap hari, anak sekolah makan tiap hari, rakyatnya dapat keuntungan, ekonomi hidup, kemudian tidak akan busuk dengan formalitas-formalitas," kata Mahfud.

Selain itu, ia menyoroti pemborosan untuk pembelian sepeda motor, seragam, dan gaji pegawai MBG yang menghapus hak guru honorer yang telah mengabdi belasan hingga puluhan tahun untuk menjadi PPPK atau PNS. Mahfud menegaskan, korupsi MBG harus diusut tuntas.

"Ini harus diusut tuntas dan saya kira ini bagian dari satu prestasi, dari sekian banyak masalah ini prestasi karena ternyata bisa dibuka, sesudah kita gedor tiap saat bahwa ini ada korupsi, ini ada korupsi, dan ini program kesayangan Presiden," ujar Mahfud.

Menurut Mahfud, meskipun rakyat senang diberi makan gratis, tata kelola harus benar. Ia juga mengkritik pendekatan program yang disebut untuk menghilangkan stunting, padahal secara ilmu yang harus diberi gizi adalah ibu.

"Itu teoritisnya, saya orang hukum silakan itu ada ilmunya. Kalau dari sudut hukum, tata kelolanya sudah salah, sudah membuka pintu korupsi sejak awal. Oleh sebab itu, bagus ini, semua dibongkar saja, dan saya kira masih banyak jaringan-jaringan ini," kata Mahfud.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags