Kejaksaan telah menetapkan tujuh tersangka dalam kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk seorang perwira polisi aktif berpangkat Brigadir Jenderal dan seorang perwira TNI aktif berpangkat Kolonel. Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menyebut skandal ini sebagai salah satu kasus korupsi terbesar sepanjang pemerintahan saat ini.
Dalam podcast "Terus Terang" yang tayang Senin (6/7/2026), Mahfud menilai persoalan tata kelola program sudah bermasalah sejak awal peluncuran. "Uangnya belum ada, programnya sudah jalan... APBN belum masuk, sudah dipinjemen," ujarnya. Ia menyebut indikasi penyimpangan sebenarnya sudah mengemuka sejak program berjalan, namun sempat diabaikan pemerintah. "Hampir tiap minggu ada korupsinya, tapi diam saja pemerintah, dibilang anti-kesuksesan program, dibilang tidak setuju karena kalah dan sebagainya," katanya.
Ia juga mempertanyakan keterlibatan aparat TNI aktif dalam struktur pengelolaan program, yang dinilai berpotensi melanggar ketentuan Undang-Undang TNI soal pembatasan jabatan sipil bagi prajurit aktif. "Ini merupakan satu gerombolan penjahat di tingkat birokrasi," tegas Mahfud. Ia mendorong agar seluruh kelembagaan pengelola MBG dirombak total, termasuk personelnya, tanpa perlu menghentikan programnya secara keseluruhan. "Kita dukung programnya, teruskan... tapi buang korupsinya," ucapnya.
Artikel Terkait
Mahfud MD: Hakim Jangan Hanya Cari Kemenangan, Tapi Tegakkan Kebenaran
Korupsi, Kolusi, dan Oligarki: Tantangan Penegakan Hukum di Negara Demokrasi
Anggaran Makan Bergizi Gratis Dipangkas Rp94 Triliun pada RAPBN 2027
Tiga Korporasi TaniHub Dituntut Denda Rp 1 Miliar dan Uang Pengganti Rp 359 Miliar