Microsoft mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 4.800 karyawan, atau sekitar 2,1 persen dari total tenaga kerja globalnya. Langkah ini terutama berdampak pada divisi penjualan komersial dan divisi gaming Xbox. Kebijakan efisiensi diambil di tengah investasi besar-besaran perusahaan untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Di saat yang sama, kekhawatiran investor mengenai dampak AI terhadap perangkat lunak tradisional sempat membuat saham Microsoft merosot hingga 19 persen pada Juni 2026, kinerja bulanan terburuk perusahaan sejak era dot-com.
Restrukturisasi besar-besaran di tubuh Xbox
Divisi Xbox menjadi sektor yang mengalami perombakan cukup mendalam. Sekitar 1.600 posisi di Xbox langsung dipangkas, dan total pengurangan diperkirakan akan mencapai 3.200 pekerjaan sepanjang tahun fiskal ini. Langkah restrukturisasi juga berdampak pada pelepasan empat studio game di bawah Xbox agar dapat beroperasi secara independen atau dialihkan ke manajemen baru.
CEO Xbox, Asha Sharma, dalam memo internalnya menjelaskan bahwa kondisi bisnis divisi gaming tersebut sedang tidak sehat, dengan margin keuntungan yang jauh lebih rendah dibanding para kompetitornya. Ia menyoroti penurunan jumlah pelanggan layanan Game Pass setelah adanya kenaikan tarif tahun lalu.
"Sejarah penuh dengan perusahaan yang salah mengira bahwa usia panjang adalah kepastian. Kami tidak akan menjadi salah satu dari mereka," tulis Asha Sharma dalam memonya, menurut laporan AFP.
Sementara itu, Executive Vice President Microsoft, Amy Coleman, menegaskan penyesuaian ini terpaksa dilakukan karena transformasi industri teknologi yang bergerak sangat cepat.
"Bisnis kami berubah karena dunia di sekitarnya juga berubah. Perusahaan tidak bisa memilih apakah industri mereka akan berubah; mereka hanya bisa memilih apakah ingin ikut berubah bersamanya," ungkap Amy dalam laporan Business Insider.
Amy juga mengklarifikasi bahwa posisi-posisi yang dipangkas kali ini tidak digantikan oleh AI. Namun, ia tak menampik teknologi otomatisasi memang mulai mengubah lanskap cara kerja di dalam perusahaan.
Langkah perampingan karyawan ini mencerminkan tren yang sedang terjadi di berbagai raksasa teknologi (Big Tech) global, yang berupaya menyeimbangkan biaya operasional demi mendanai pengembangan teknologi masa depan.
Artikel Terkait
PMI Manufaktur RI Merosot ke 46,9, Ekonom Peringatkan Gelombang PHK
DPR Panggil TikTok-Tokopedia dan Pemerintah Bahas Isu PHK Karyawan
Dasco Bantah Isu PHK Massal di TikTok-Tokopedia, Sebut Hanya Penataan Ulang
Tokopedia Bantah PHK Massal, Klaim Hanya Penataan Tenaga Kerja