Harga BBM Nonsubsidi Diprediksi Turun per 1 Juli 2026, ESDM Buka Suara

- Selasa, 30 Juni 2026 | 17:48 WIB
Harga BBM Nonsubsidi Diprediksi Turun per 1 Juli 2026, ESDM Buka Suara

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengonfirmasi akan ada penyesuaian harga BBM nonsubsidi pada 1 Juli 2026. Penyesuaian ini seiring dengan tren penurunan harga minyak mentah global yang kini menyentuh USD 73,15 per barel.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menyatakan bahwa harga BBM nonsubsidi memang harus disesuaikan setiap awal bulan berdasarkan Keputusan Menteri. Perhitungannya mengacu pada pergerakan harga minyak mentah, kurs rupiah terhadap dolar AS, serta MOPS/Argus.

"Kalau sesuai Kepmen memang di awal bulan kan perhitungannya setiap periode, dan yang pasti untuk BBM nonsubsidi sudah pasti akan ada penyesuaian, kalau memang harga minyak dunia lagi turun pasti akan terkoreksi juga harga BBM nonsubsidi," kata Anggia kepada awak media, Selasa (30/6).

Meski demikian, Anggia mengingatkan bahwa badan usaha telah menahan harga BBM nonsubsidi sejak April 2026, meskipun harga minyak mentah sempat melonjak tinggi. Pertamina baru menaikkan harga pada 10 Juni 2026, dengan Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter dan Pertamax Green 95 menjadi Rp 17.000 per liter.

"Tapi kan balik lagi, ini kan enggak seperti beli pisang goreng pagi turun harganya langsung bisa dibeli. Karena ada periode waktu tertentu dalam pembelian minyak ini. Ada periodisasinya per berapa bulan," ungkap Anggia.

Penurunan harga minyak mentah global terjadi drastis mulai pekan kedua Juni 2026, dipicu meredanya tensi perang AS dan Iran serta dibukanya kembali Selat Hormuz. Saat ini, harga patokan Brent dan WTI sudah di bawah USD 80 per barel.

Sementara itu, harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) pada Mei 2026 masih di level USD 106,56 per barel, meskipun turun dari posisi April 2026 yang mencapai USD 117,31 per barel.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga buka suara soal potensi penurunan harga BBM nonsubsidi. Ia menilai penyesuaian harus bersifat adil. "Kita lihat saja (penyesuaian harga BBM bulan depan)," ungkap Bahlil di kompleks parlemen Senayan, Senin (29/6).

Menurut Bahlil, Pertamina sudah menahan harga BBM nonsubsidi lebih dari tiga bulan, dan kenaikan baru terjadi sekitar tiga pekan. "Teman-teman juga harus fair dong. Pada saat harga minyak lagi naik, dua bulan lebih hampir tiga bulan kan enggak kita naikkan. Masak baru naik baru naik dua minggu atau tiga minggu ya? Teman-teman sudah tanya itu. Kenapa waktu kemarin kok tidak tanya (harga BBM) enggak diturunkan?" tegasnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags